(MAJALAHKISAHNYATA.Com), IMOGIRI – Dalam Rangka memasuki bulan Ruwah atau bulan sya’ban, sudah menjadi tradisi orang Jawa untuk nyekar atau berziarah ke makam para leluhur. Tak terkecuali para tokoh Kartasura pada hari Jumat 6 februari 2026 berziarah ke makam Sultan Agung Hanyokrokusumo di Makam Raja-raja Mataram Islam di Imogiri, Yogyakarta.
Acara tersebut diprakarsai oleh Ki Totok Sunarto, yang merupakan salah satu tokoh masyarakat Kartasura. Ia mewakili sekitar 19 orang yang merupakan perwakilan dari berbagai kalangan di Kartasura.
“Alhamdulillah kegiatan ziarah ke Makam Sultan Agung Hanyokrokusumo ini merupakan agenda rutin kita di bulan Ruwah. Yaitu ini nyekar para leluhur kita di Imogiri, dan merupakan rangkaian kegiatan kami bersama rombongan setelah melakukan tirakat selama 41 hari di Pengging Boyolali,” ujar Nanung, selaku koordinator rombongan.
Rombongan sampai di makam Imogiri sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka langsung menuju ke Pendopo untuk mempersiapkan uborampe dan berganti mengenakan busana kejawen.
Setelah tepat pukul 24.00 WIB para rombongan langsung menuju ke Makam Sultan Agung Hanyokrokusumo. Melakukan doa bersama dzikir dan tahlil yang dipimpin oleh Kyai Jazuli Bahtiar, serta dipandu oleh para Abdi dalem makam Imogiri.
Dalam kesempatan tersebut, Kyai Jazuli Bahtiar berharap semoga dengan berziarah atau nyekar ke Makam Imogiri ini bisa menjadikan kita semua selalu ingat kepada para leluhur, khususya Mataram Kartasura.
“Kegiatan ziarah ini sebagai wujud kepedulian kita untuk ikut nguri-uri sejarah dan perjuangan para tokoh Mataram,” sambungnya.
Setelah berziarah dan nyekar selesai, para rombongan meninggalkan Imogiri dan kembali ke Kartasura. Tak lupa mereka mampir sejenak ke tempat-tempat kuliner di pinggir jalan untuk melepas penat. (Nugi)















