(MAJALAHKISAHNYATA.Com), KLATEN – Ribuan warga memadati sebuah pentas wayang kulit pada hari Sabtu Legi malam (18/07/2026). Sementara puluhan UMKM lainnya juga ikut memeriahkan suasana tersebut. Kabarnya, acara pentas wayang ini, terwujud karena nadar seorang tokoh penggiat budaya asal desa setempat. Lantas seperti apa kemeriahannya?
Bertempat di lapangan Barat Masjid Jombor, atau tepatnya lahan bekas sawah tegalan di Desa Jombor, Ceper, Klaten, Jateng, sebuah pentas wayang kulit digelar semalam suntuk. Pentas tersebut digagas oleh seorang tokoh masyarakat asal desa setempat, yaitu R. Bambang Widaya SE.

Bambang Widaya sendiri selama ini dikenal sebagai pengusaha yang sangat peduli dengan budaya. Oleh sebab itu, sudah banyak kegiatan atau event budaya yang diselenggarakan atas ide, gagasan, dan sumbangsih dari tokoh ini. Begitu pula dengan pentas wayang kulit kali ini.
“Pentas wayang ini, saya adakan karena nadar saya yang ingin membuat syukuran atas semua limpahan rejeki yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada saya dan keluarga besar saya,” ungkap Bambang di sela-sela pementasan wayang kulit tersebut.
Menurutnya, dengan menggelar pentas wayang itu, menjadi wujud nyata dari rasa syukur yang bisa dibagi kepada lingkungan sekitar, terutama warga Desa Jombor sendiri. Dengan kegiatan pentas wayang kulit tersebut, bisa membangkitkan potensi ekonomi warga desa..

“Terutama potensi ekonomi dari semua UMKM yang ada di desa. Semua bisa ikut terlibat dalam kemeriahan pentas wayang kulit ini,” ujar Bambang lagi saat bertemu dengan beberapa awak media yang juga hadir di lokasi.
Selain itu, kegiatan tersebut sekaligus menjadi semacam ikon, bahwa di Desa Jombor, ada tokoh yang masih peduli dengan perkembangan seni dan budaya daerah. Sehingga pentas wayang kulit itu juga diharapkan bisa menginspirasi tokoh-tokoh lainnya untuk ikut peduli dengan pelestarian budaya.
Dengan digelarnya kegiatan tersebut, secara langsung ikut membagikan peluang rejeki kepada semua warga lainnya. Khususnya warga yang terlibat dalam usaha UMKM.

Sementara untuk warga umum lain, tentu bisa menjadi hiburan tersendiri. Selain gratis, juga terbuka untuk semua warga dari manapun untuk menonton. Apalagi jika dikemas secara berkala setiap tahunnya, atau dilakukan untuk event-event tertentu.
Pentas wayang itu sendiri mengambil lakon yang berjudul TUMURUNE WAHYU TUNGGUL WULUNG. Dengan Ki dalang yaitu Ki Tantut Sutanto, acara semakin meriah dengan kehadiran deretan bintang tamu yang sedang naik daun. Seperti Anik Sunyahni, Mboke Ganden dan Bagong Gendowor, serta artis cantik Niken Salindri.
Aksi kolaborasi dari deretan bintang tamu tersebut, tentu saja membuat panggung wayang menjadi semakin meriah. Dari guyonan Ki dhalang dengan guyonan-guyonan khas masing-masing bintang tamu tersebut.. Bahkan sesekali juga berinteraksi dengan tamu serta warga yang hadir..

Acara itu sendiri dihadiri oleh seluruh jajaran Pemdes Desa Jombor, jajaran Forkopimcam Ceper, Bupati Klaten, jajaran DPRD Klaten, serta beberapa tokoh masyarakat Klaten.
Sementara warga yang datang berbondong-bondong dari seluruh penjuru Klaten. Bahkan banyak juga yang datang dari Yogya dan Solo. Maklum bintang tamu Niken Salindri, masih menjadi magnet kuat bagi para penggemarnya, untuk selalu mendatangi semua aksi panggungnya.
Dari seluruh tamu undangan resmi sekitar 1000 orang, namun yang datang membludak hingga 6000 orang. Sementara stand UMKM melebar dan memanjang dari sekitar belakang panggung hingga sisi selatan dan barat panggung. Menjelang tengah malam, suasana makin meriah saat Ki Dalang memainkan para lakonnya. Dan acara berakhir dengan tertib saat menjelang subuh. (Dng)











