(MAJALAHKISAHNYATA.Com), KLATEN – Sekitar 11 sertifikat perkiosan diserahkan kepada warga Desa Kemiri, Tulung, Klaten, Jateng pada hari Jumat (24/04/2026). Acara serah terima sertifikat tersebut menjadi puncak kelegaan, setelah sekian lama penantian warga dari masa silam..
Bertempat di Balai Desa Kemiri, 11 warga yang diundang adalah pihak yang sejak tahun 1978 silam merelakan tanahnya untuk proses tukar guling. Setelah melalui proses panjang dan berliku, hingga berganti beberapa Pemdes Kemiri, akhirnya di hari itu, mereka mendapatkan setifikat sah sebagai bukti kepemilikan bidang tanah perkiosan.
Dalam acara tersebut, ditanda-tangani Berita Acara Penyerahan Sertifikat perkioasan dengan bermacam-macam luasan. Adapun letak lahan pengganti itu berada di tepi jalan besar sebelah selatan Desa.

“Semoga dengan acara penyerahan sertifikat ini, semua penerima manfaat sertifikat tukar guling bisa memanfaatkan dengan baik. Dan jika ada kekeliruan atau masalah adminitrasi lainnya bisa segera diselesaikan secapatnya,” ujar Nuryanto SE, selaku Kades Kemiri dalam sambutannya.
Dipaparkannya, dengan acara penyerahan sertifikat tersebut, menjadi bukti bahwa niat baik pemohon dan tanggapan dari Pemdes Kemiri selama ini berjalan lancar dan tetap solid tanpa masalah yang berarti. Walau diakui sepanjang prosesnya memang sempat menemui beberapa kendala akibat pergantian struktur Pemdes.
Warga yang datang dan semua tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut, sekaligus menjadi saksi berita acara penyerahan sertifikat hasil tukar guling tersebut.

Dalam acara itu tampak hadir wakil BPD Kemiri, Kades Kemiri dan semua perangkat desanya, Babinsa, juga Wakil dari Camat Tulung. Tak lupa Ketua RT dan RW dari Desa Kemiri, terutama dari wilayah dimana warganya mendapat sertifikat perkiosan tukar guling tersebut.
Dalam beberapa sambutan juga hadir Mantan Kades Sepuh, yaitu Bapak Haji Juremi. Dimana sepakterjangnya selama ini mendapat apresiasi dari semua yang hadir. Pasalnya atas perjuangan beliau yang gigih bersama perangkat dan Pemdes Kemiri, akhirnya sertifikat perkioasan tersebut bisa benar-benar terwujud.
Kades Kemiri juga berpesan, kepada para penerima manfaat sertifikat tukar guling tersebut, agar menjaga fasilitas air yang letaknya berdekatan dengan lahan kios. Sehingga tidak menutup akses air yang menjadi sumber penghidupan penting bagi warga desa secara umum.

“Di hari ini juga, perlu kami sampaikan bahwa tanah pengganti yang sudah diserahkan kepada pihak Pemdes otomatis menjadi atau sudah dikuasai pihak desa. Dimana ke depannya semoga bisa bermanfaat secara maksimal,” lanjut Nuryanto sebelum sesi penyerahan sertifikat dilakukan.
Dalam kesempatan itu, juga disampaikan sedikit tentang masalah Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat Desa Kemiri. Dimana banyak warga mungkin belum tahu tentang status aktif ter-update mereka terkait hal tersebut.
Baik pemegang KIS dimana jaminan ditanggung oleh pihak Pusat, ataupun pemegang Jamkesda dimana jaminan kesehatan dibiayai oleh daerah (Kabupaten). Sehingga penting bagi para Ketua RT atau RW untuk segera menssosialisasikan hal tersebut kepada warganya.
Sebelum acara berakhir, sempat dilakukan simulasi tanggap darurat bencana. Hal itu sebagai bagian dari sosialisasi meningkatkan budaya sadar bencana dan kesiapan warga, terutama di daerah rwan bencana. Sekaligus menjelang Hari Kesiap Siagaan Bencana Nasional pada tanggal 26 April mendatang. Hingga menjelang azan Luhur acara berakhir dengan tertib. (Med)











