WONOGIRI – Lima ekor burung merpati dilepas ke udara pada hari Rabu (04/09/2024) kemarin. Acara tersebut menandai puncak pelepasan siswa magang dari LPK SO (Lembaga Pelatihan Kerja-Sending Organization) PT. Ariyo Suryanggono Perkasa.
Sebanyak 10 siswi berhasil lulus. Secara fisik dan mental, mereka siap untuk berangkat atau bekerja magang di negara Matahari Terbit atau Jepang. Lalu apa saja pesan-pesan penting untuk mereka?
Bertempat di Kantor Desa Kepatihan, atau tepatnya di Jalan Pakis, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, Jateng, upacara pelepasan siswa magang ke Jepang tersebut digelar. Dalam acara tersebut hadir Direktur utama LPK SO PT. Ariyo Suryanggono Perkasa, yaitu Giri Wahyono.

Juga dihadiri oleh sesepuh PT. Ariyo Suryanggono Perkasa, Paino Gondrong, Kades Kepatihan, Agus Suyitno, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Wonogiri, Wiyanto, serta puluhan wali siswa yang datang dari seluruh Solo Raya.
“Atas nama LPK PT. Ariyo Suryanggono Perkasa, kami berharap, agar siswa-siswi yang akan berangkat magang ke Jepang, bisa menjalani pengalaman baru yang lebih baik. Khususnya pengalaman dalam dunia kerja di negara lain dengan budaya dan etos kerja yang tentunya sedikit berbeda dengan di sini (Indonesia),” ujar Giri Wahyono dalam kata sambutannya.
Ditambahkan oleh Giri, para siswa yang bisa terbang ke Jepang diharapkan juga bisa memanfaatkan kesempatan berharga tersebut secara maksimal. Pengalaman tersebut sangat berharga, karena bisa secara langsung ikut berpartisipasi dalam dunia kerja Internasional.

Tak lupa ia juga mengucapkan banyak terima-kasih kepada semua siswa tersebut. Karena dalam waktu dua bulan mereka bisa mengikuti diklat terakhir dengan lancar. Atau pendidikan sebelum berangkat ke Jepang dengan semangat dan motivasi yang luar biasa.
“Kami sekaligus juga memohon maaf yang sebesarnya, jika selama masa pendidikan atau pelatihan, masih banyak kekurangan di LPK SO PT. Ariyo Suryanggono Perkasa,” sambungnya lagi disambut tepuk tangan meriah oleh semua tamu dan undangan yang hadir.
Kepada semua orang tua atau wali siswa, juga dihaturkan rasa terima kasih. Hal ini karena mereka dianggap telah memberikan dukungan dan motivasi untuk anak-anak mereka. Sehingga para siswa-siswi tetap semangat dalam menjalani masa-masa pendidikan yang keras dan sangat disiplin.

Dukungan para orang tua siswa, pastinya juga berwujud dalam banyak doa yang selalu mereka panjatkan setiap hari untuk kesuksesan serta kemajuan anak-anak mereka. Diharapkan semua siswa yang menjalani masa kerja magang, akan lancar dalam menjalani kontraknya hingga selesai.
Sementara itu, sesepuh LPK SO PT. Ariyo Suryanggono Perkasa, yaitu Paino Gondrong, menambahkan dengan semua doa terbaik yang hadir dalam acara tersebut, semoga bisa mengawal keberangkatan 10 siswi tersebut.
Sesuai rencana mereka akan berangkat atau terbang dari Jakarta di bulan 10. Dan sekitar tanggal 10-12, diperkirakan sudah sampai di kota Haneda, Jepang. Dan siap menjalani program kerja magang di sana.

“Saya berharap, semua siswi nantinya selalu rukun dan bisa bekerja-sama dengan baik saat bekerja di negeri Jepang. Dan selalu mendapat ridho dari Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Paino Gondrong.
Paino juga sedikit menyinggung tentang sejarah LPK yang pernah didirikannya. Mulai dari wilayah Wonokarto, Wonogiri, hingga sampai sekarang menjadi PT SO yang secara resmi dan mandiri, bisa mengirim sendiri tenaga kerja atau magang ke luar negeri. Atau sekarang lazim disebut pekerja migran Indonesia (PMI).
Yang membanggakan, LPK SO PT. Ariyo Suryanggono Perkasa, mencetak rekor yang sangat mangagumkan. Ini karena dalam waktu belum sampai satu tahun, sudah bisa memberangkatkan siswa-siswi untuk magang ke Jepang.

Di LPK SO PT. Ariyo Suryanggono Perkasa, Paino sendirilah orang pertama, yang turun langsung dalam menggembleng mental para siswa. Yaitu membekali mental agar mereka benar-benar siap menghadapi tantangan yang nantinya muncul saat bekerja di Jepang.
“Mental yang benar-benar super ini wajib dimiliki siswa, mengingat dunia kerja, serta faktor cuaca dan alam di negeri Jepang lebih berat daripada di Indonesia,” tutur Paino bersemangat.
Lalu Wiyanto dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Wonogiri, menambahkan bahwa keberadaan LPK SO PT. Ariyo Suryanggono Perkasa, merupakan hal yang sangat membanggakan.

“Terutama di wilayah Selogiri, karena bisa memberangkatkan sendiri tenaga kerja ke luar negeri. Hal ini adalah prestasi yang sangat luar biasa,” ujar Wiyanto dalam sambutannya.
Dengan adanya peluang tersebut, warga masyarakat tidak sekedar mengandalkan pekerjaan lokal saja. Namun bisa juga berkesempatan untuk bekerja di luar negeri. Dan tentu saja dengan kesejahteraan yang jauh lebih meningkat dibanding bekerja di ranah lokalan.
Ia berpesan, semoga semua siswi yang magang di Jepang selalu diberi limpahan kesehatan, keselamatan, dan bisa menjaga sikap dan perbuatan baik, selaku Warga Negara Indonesia yang sedang bekerja di luar negeri.

Kades Kepatihan, Suyitno juga menyampaikan hal senada. Bahwa peluang magang di Jepang tersebut, menjadi satu pintu kesuksesan yang sudah ada di depan mata. Dan siswa-siswa di LPK tersebut sudah melewati proses yang tidak gampang. Karena digembleng baik fisik dan mental untuk bisa lolos terbang ke Jepang.
“Saya hanya berpesan, agar para siswa yang berangkat bisa menjaga atitude atau budaya sopan santun Indonesia, “ ujarnya sesaat sebelum sesi melepas burung merpati dimulai.

Iapun juga mengakui, kehadiran LPK SO PT. Ariyo Suryanggono Perkasa di desanya, berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Terutama dampak ekonomi. Dimana banyak UMKM yang ikut menggeliat dengan adanya aktivitas LPK tersebut.
Selain itu, juga menjadi perangsang atau motivasi kepada generasi muda lainnya. Agar mereka lebih bersemangat untuk meraih cita-citanya, walau sampai ke luar negeri demi masa depan mereka sendiri yang lebih cemerlang.

Di tengah acara juga diberikan sertifikat kepada 10 siswi yang beruntung akan terbang ke Jepang tersebut. Adapun mereka adalah fiola Putri Permadani, Titis Arlinoa, Dina Oktaviana, Eli Puspitasari, Fatimah Alkash, Oktavia Ramadhani, Arinda Novita Dewi, Kharisma Dita Hasanah, Siti Hardianti Rukmana, Silvi Nur Sri Lestari.
Dari pihak panitia acara, juga sedikit memberikan kejutan kecil untuk tamu undangan yang hari itu sedang berulang tahun. Yaitu Wiyanto dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Wonogiri dengan kue tart kecil.

Setelah itu sambutan dari siswi yang diwakili oleh dua orang. Mereka bergantian mengucapkan sambutan dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Jepang. Lalu sambutan dari wakil orang tua siswa, yaitu Dwi Mulyanto asal Sragen. Dan disusul oleh persembahan lagu perpisahan dari siswa-siswi yang hadir.
Di puncak acara, jajaran direksi PT. Ariyo Suryanggono Perkasa beserta tamu undangan yang hadir melepas lima ekor merpati di depan kantor Desa. Tepuk tangan membahana dan penuh semangat terdengar, saat burung terbang bebas menuju angkasa. Sebuah pertanda alam, bahwa kesuksesan akan terus diraih oleh semua yang hadir dalam acara tersebut. (Dia)
Sumber : www.majalahkisahnyata.com















