BOYOLALI – Ratusan paket sembako dijual murah oleh BumDES Sudimoro, Kecamatan Teras, Boyolali, pada hari Sabtu kemarin (24/08/2024). Kegiatan itu merupakan rangkaian dari acara peringatan HUT RI ke-79 dari Desa Sudimoro. Acara tersebut dikemas dalam tema Bazar Murah UMKM serta Pentas Seni Jaranan. Seperti apa keramaiannya?
Untuk menutup rangkaian acara, atau kegiatan memperingati HUT RI di tahun ini, Pemdes Sudimoro menggelar acara yang cukup menarik. Yaitu Bazar UMKM serta Pentas Seni Musik dan Jaranan.

Acara dipusatkan di halaman Balai Desa Sudimoro, serta jalanan sekitar kantor Balai Desa. Sejak pagi, acara sudah dibuka dengan stand khusus dari BumDES Sudimoro. Yaitu penjualan sembako dalam wujud paketan murah.
“Agar lebih meringankan kebutuhan pokok warga Sudimoro, kami dari pihak BumDES sengaja menjual bahan-bahan atau sembako murah dalam kemasan ringkas,” tutur Lestari Pramono, selaku Kades Sudimoro saat memberikan sambutannya.

Ditambahkannya, paket sembako tersebut terdiri dari beras, gula, minyak, dan telur. Satu paketnya dijual seharga Rp 75 ribu. Sehingga jika dikalkulasi, harganya jauh lebih murah dari harga pasaran pada umumnya.
Pihak panitia menyediakan sekitar 300 paket sembako. Paket tersebut dibagi rata ke seluruh RW dan RT yang ada di desa dengan sistem pembagian kupon yang adil. Sehingga bisa mengcover semua wilayah desa dengan merata.
“Namun jika sampai siang hari, pemilik kupon tidak bisa datang untuk menebus paket sembako, maka sembako akan dijual bebas kepada semua warga tanpa sistem kupon lagi,” imbuh Lestari di sela-sela acara hiburan menyanyi bebas.

Selain stand BumDES yang menjual paket sembako murah, di sepanjang jalan samping Balai Desa juga disediakan space atau stand untuk warga berjualan. Sehingga warga para pelaku UMKM bisa ikut berpartisipasi dalam acara bazar tersebut.
Tampak deretan UMKM, mulai usaha makanan, minuman, serta mainan anak, memenuhi stand yang tersedia. Acara itu sendiri digelar mulai pagi hingga malam hari. Sehingga diharapkan, keuntungan para pelaku UMKM bisa maksimal dengan mengikuti momen tersebut.

Untuk lebih memeriahkan suasana, juga diundang kelompok seni budaya tradisional. Yakni Paguyuban Seni Jaranan, Putro Budoyo Pegon Manunggal asal desa Sudimoro sendiri.
Kelompok seni pimpinan Bapak Dimas Edy ini, menampilkan atraksi tarian jaranan, Buto Gedruk, serta atraksi kuda kesurupan, dengan balutan adegan-adegan yang membuat mata penonton tak berkedip.

Bahkan mereka sesekali bersorak-sorai. Apalagi saat ditampilkan atraksi memakan kelapa serta makan api dupa, membuat suasana benar-benar menjadi semakin ramai. Terlebih sepanjang adegan, musik dimainkan tanpa henti dengan hentakan yang keras.
Menurut Lestari, kegiatan tersebut sengaja digelar untuk menutup seluruh rangkaian acara peringatan HUT RI di bulan Agustus ini. Mewakili BumDES Desa Sudimoro, ia berharap kegiatan tersebut bisa memberikan manfaat bagi seluruh warga masyarakat Sudimoro.

“Begitu pula untuk gelaran seni budaya, yang diambil asli dari desa Sudimoro sendiri. Semoga bisa semakin mengenalkan akan budaya dan seni tradisi milik bangsa sendiri kepada generasi penerus,” sambungnya lagi.
Diharapkan atraksi seni budaya tersebut bisa semakin membangkitkan rasa cinta pada budaya bangsa sendiri. Dimana di dalamnya terkandung banyak sekali nilai-nilai positif yang terwujud dalam nilai kearifan lokal. (Mul/Med)
Sumber : www.majalahkisahnyata.com















