MAJALAHKISAHNYATA.COM, Solo– Mungkin memang benar, hobi pasangan kita suka nongkrong. Atau bergaul dengan banyak orang dan teman di lokasi wedangan. Namun bukan berarti pasangan kita juga hobi melirik, atau berselingkuh dengan pasangan lain. Inilah tema yang ingin dsampaikan oleh chanel YouTube Suseno Bercerita.. Dengan rilis lagu perdananya, yaitu AJA SALAH TAMPA, (https://youtu.be/V3RbsOVthdg) vokalis cantik Rima Martin (43) menggebrak dunia musik tanah air.
Semenjak Pandemi covid-19 datang, hampir semua sektor kehidupan terkena dampaknya. Namun yang paling terpukul adalah kalangan seniman pertunjukan. Salah satunya adalah profesi penyanyi. Nyaris semua job dan tawaran manggung langsung di-stop tanpa syarat. Mau tak mau, ladang rejeki mereka juga tergusur. Lantas bagaimana nasib mereka?
Seniman atau penyanyi yang se-kelas artis papan atas, mungkin tidak begitu terkena dampaknya. Mereka bisa saja banting stir mencari nafkah di bidang lain. Maklum tabungan dan relasi yang ada, menjadi modal kuat untuk bisa meneruskan karir dan hidup mereka mencari nafkah. Namun bagi penyanyi kelas bawah, hal ini menjadi masalah serius.
Seperti yang dialami oleh wanita cantik asal Sembungan, Dibal, Nogosari, Boyolali, Jateng ini. Rima Martin semula adalah penyanyi kelas hajatan manten atau pesta perkawinan di desa-desa dan kampung-kampung. Sesekali ia juga mengisi acara di panggung-panggung hiburan yang honornya cukup lumayan. Jika sedang sepi, iapun bisa menggeliat di keramaian cafe atau wedangan.
“Banyak pengusaha cafe atau wedangan di seluruh Solo Raya, memakai strategi bisnis dengan menggelar musik. Dengan sajian musik, baik musik live atau panduan karaoke, tempat nongkrong mereka bisa menjadi rame,” tutur cewek yang akrab dipanggil Mbak Martin ini saat ditemui di sebuah wedangan di kawasan Solo Barat.
Namun sejak wabah corona benar-benar merata di semua wilayah, praktis semua usaha yang mengundang keramaian juga terkena dampak. Bahkan cafe atau wedangan kelas bawahpun juga wajib mengikuti aturan yang ada. Selain jam buka dibatasi, layanan terhadap pelanggan juga ikut terimbas. Benteng pertahanan rejeki terakhir dari sosok Martin pun akhirnya bobol.
Menurut mbak Martin, sejak saat itulah ia benar-benar goyah. Apalagi kerja sang suami juga ikut terpukul. Akhirnya ia benar-benar melupakan profesi sebagai penyanyi. Bidang apapun ia jalani asal masih bisa mengais rejeki. Salah satunya adalah bekerja di sektor jasa laundry. Waktu berlalu, dan akhirnya masa atau era new normal pun datang. Artinya kegiatan bisnis dan usaha bisa berjalan kembali dengan protokol kesehatan yang ketat.
“Jiwa seni saya langsung seperti tersengat. Rasanya ingin segera kembali menekuni dunia menyanyi. Dan untunglah saya bisa kembali menjalani profesi tarik suara meskipun tidak seramai dahulu,” lanjutnya bercerita.
Peluang pertama yang ia dapatkan adalah menyanyi di beberapa tempat wedangan malam di kota Solo. Maklum tawaran job di hajatan perkawinan, masih sangat sulit ia dapatkan terkait protokol kesehatan yang ketat. Malam hari ia bernyanyi di cafe dan wedangan. Sementara di siang hari ia masih menekuni kerja di jasa laundri.
Seringnya berkecimpung di dunia hiburan dan wedangan malam, ia sering bertemu dengan komunitas seni yang lain. Salah satunya bertemu dengan sosok pencipta lagu yang lumayan kondang untuk ukuran kota Solo. Yaitu seniman muda bernama Suseno Agus Saputro (44). Dari pertemuan itulah, tiba-tiba lahir ide untuk berkolaborasi, membangun karya seni untuk bangkit dari keterpurukan profesi.
Suseno mengakui, sejak melihat aksi Martin di beberapa panggung cafe dan wedangan, ia melihat ada kekuatan seni yang amat kuat dari karakter Martin. Menurutnya, karakter Martin sangat jenaka, dan sangat pas menyanyikan lagu-lagu kekinian. Teruma lagu-lagu dengan genre dangdut, atau yang sekarang sedang trend seperti dangdut koplo atau aransemen dangdut campur sari yaang lain.
“Karakter suara dan gerak tubuh Martin sangat jenaka. Dan sangat cocok untuk menyanyikan lagu-lagu ciptaan saya yang liriknya mayoritas berbahasa Jawa,” ungkap Suseno di tempat yang sama.
Nah dari pertemuan mereka itulah akhirnya tercipta suatu kolaborasi seni yang sangat kreatif. Beruntungnya, di jaman sekarang muncul malaikat baru yang merangkap produser sekaligus marketing musik yang andal. Dialah sosok yang bernama YouTube. Dengan keberadaan Youtube, siapapun orangnya sekarang ini, bisa menjadi artis atau seniman terkenal. Juga bisa meraup dolar atau jutaan rupiah dari dunia Youtube.















