MAJALAHKISAHNYATA.COM, Sukoharjo– Sejumlah sembako dibagikan kepada warga desa Puron, Bulu, Sukoharjo, Jateng. Meskipun jumlah sembako tidak banyak, setidaknya bisa membantu sebagian warga yang terdampak langsung akibat wabah Covid-19 (corona). Acara penyerahan sembako dilakukan secara simbolis dan sederhana. Bukti nyata, bahwa aparat penegak hukum masih berempati dan bersimpati kepada warga terdampak.
Di tengah suasana perang melawan corona, Polres Sukoharjo, Jateng, melakukan kegiatan bakti sosial. Yaitu membagikan sejumlah sembako kepada warga di desa Puron. Melalui Sat Intelkam Polres Sukoharjo, serta jajaran Polsek Bulu, bingkisan sembako dibagikan kepada warga pada hari Minggu pagi kemarin (19/04). Tak lupa, kepala desa Puron, yaitu Wahyu Riyanto (49), ikut hadir dalam acara yang dilakukan di Balai Desa Puron tersebut.
“Kami sangat berterima-kasih atas kepedulian dari pihak Polres Sukoharjo. Semoga dengan bantuan ini, bisa meringankan beban warga kami, khususnya yang paling terkena dampak pandemi corona,” ujar Wahyu Riyanto, sesaat setelah acara pembagian sembako berakhir.
Menurut Wahyu, sampai saat ini alhamdulilah, wilayah desa Puron masih aman dari virus corona. Artinya belum ada warganya yang positif terkena virus corona. Bahkan juga belum ada, warganya yang sekedar terpapar virus jahat tersebut. Namun dampak dari virus corona memang sangat luas. Sehingga banyak pengorbanan dari warga yang harus dijalani, demi memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. Termasuk beberapa aktivitas bekerja yang semakin terbatas.
Pembagian sembako sendiri dilakukan secara simbolis. Yaitu diberikan kepada warga lewat wakil masing-masing ketua RW di desa Puron. Sembako sebanyak 80 bungkus dibagikan secara merata kepada masing-masing ketua RW. Yang nantinya akan disalurkan kembali kepada wilayah RT-nya masing-masing. Di wilayah desa Puron sendiri, ada 6 RW yang tersebar di wilayah geografis yang berbukit-bukit.
Sementara itu, menurut Iptu Sugiyanto (55), Kanit Binmas Polres mewakili Kapolres Sukoharjo mengatakan, bahwa bantuan sembako tersebut memang sudah beberapa kali dilakukan di desa Puron. Kebetulan untuk saat ini, berkaitan dengan wabah Pandemi Covid-19. Secara umum, wilayah kecamatan Bulu, termasuk desa Puron memang dipandang banyak warganya yang masih tergolong miskin atau tidak mampu.















