MAJALAHKISAHNYATA.Com, KLATEN – Sebanyak 13 anggota baru Laskar Sabililah (LS) dari Perjuangan Wali Songo (PWI) Delanggu, Klaten, Jateng, dilantik pada hari Minggu Legi (21/09/2025) kemarin. Tak lupa doa umbul donga ikut mengiringi acara pelantikan tersebut. Tradisi kuno itu dipercaya dapat memberikan kekuatan linuwih kepada semua yang hadir. Lalu seperti apa wujudnya?
Dalam budaya masyarakat Jawa, kegiatan umbul donga menjadi bagian penting dari nguri-uri, atau melestarikan tradisi luhur dengan harapan yang akan terus dilakukan serta berkelanjutan sampai akhir jaman.
Hal itu terungkap dalam kegiatan sakral yang digelar oleh PWI Laskar Sabilillah, Delanggu Klaten. Seperti yang dikatakan oleh sang ketua, yaitu Bimo Priyanto dalam kegiatan yang bertema Rasulan Umbul Donga dan Sodaqoh Doa leluhur oleh segenap pengurus bersama anggota.

Penampakan Pengurus PWI LS Delanggu
Kegiatan tersebut digelar di Kebon Mburi Resto, atau di rumah H.Oky Cahyo Widodo Sabrang, Delanggu, Klaten. Acara dimulai sejak pagi hari hingga malam hari.
“Kegiatan doa bersama atau rasulan umbul donga ini, menjadi momen untuk berkumpul serta membangun tali silaturahmi. Selain itu juga menjadi bagian dari merawat dan melestarikan apa yang sudah menjadi tradisi leluhur yang sangat luhur di masyarakat. Dengan kekuatan tradisi itu, bisa tetap meneruskan perjuangan Walisongo di Nusantara,” ujar Bimo di sela-sela acara umbul donga tersebut.
Adapun rangkaian acara itu sendiri, diawali dengan Kataman Al’ Quran 30 juzz yang dimulai sejak pukul 09.00 pagi oleh Ibu Nyai Mutiah dari Beteng, Delanggu, Klaten. Lalu berlanjut hingga Sholat Mahgrib berjamaah oleh Imam Yai Kusnadi dari Pondok Ar Rohmah Saidan, Tlobong, Delanggu.

Acara Juga Dihadiri Oleh Warga Masyarakat Pecinta Budaya
Setelah itu dilanjutkan dengan Tawasulan Arwah dan Dzikir Tahlil, serta Sholat Isya Berjamaah dan Pembacaan Al Barzanji. Puluhan pengurus dan anggota Perjuangan Walisongo Laskar Sabililah Delanggu nampak tertib dan khusyuk, dalam mengikuti setiap sesi acara yang dilaksanakan.
Sementara itu selain sambutan dari Ketua Perjuangan Walisongo Kecamatan Delanggu dan Kabupaten Klaten, juga dari perwakilan dari Lembaga Dewan Adat Kraton Surakarta. Semuanya mengapresiasi dengan hal senada. Bahwa mereka melakukan doa bersama, untuk tujuan kesejahteraan, dan keselamatan bangsa dan negara Indonesia tercinta.
“Mudah-mudahan Tuhan yang Maha Esa memberikan berkah rahmat kepada kita semua, serta ikut melestarikan budaya bangsa yang adi luhung ini, LDA sebagai Lembaga Dewan Adat Surakarta mendukung penuh keberadaan PWI LS di Delanggu. Seperti menjaga makam bersejarah, petilasan-petilasan, dan nguri-uri budaya bangsa,” ujar Wakil dari Lembaga Dewan Adat Kraton Surakarta yang juga turut hadir dalam acara tersebut.

Penampakan Orang-Orang Sakti Penjaga Budaya Bangsa
Selain itu, jajaran pengurus PWI LS Delanggu, terus berharap agar masyarakat khususnya di wilayah Delanggu, terutama untuk anggota atau laskar yg baru dilantik dapat terus mendapat ketentraman. Juga selalu menjaga guyub rukun, menjaga citra budaya, persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman yang ada, dengan selalu mengutamakan keberanian dan kebenaran.
Acara mendeklariskan keberadaan Perjuangan Walisongo Indonesia di Delanggu itu, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lalu disusul pelantikan 13 anggota baru Laskar Sabilillah yang diwakili oleh Boby Suharno dengan serah terima tongkat komando kepemimpinan.
Menurutnya, sebagai pemimpin Laskar Sabilillah, ia sudah siap untuk melanjutkan perjuangan Walisongo dan turut nguri-uri kebudayaan leluhur bangsa. Sebelum acara berakhir, ditutup dengan interaksi tauziah, serta kembul bujana atau makan bersama dengan nasi tumpeng serta lauk pauk khas tradisi umbul donga. (Danang/Red)















