(MAJALAHKISAHNYATA.Com) SOLO – Ratusan warga serta puluhan elemen masyarakat berkumpul dan berdoa di Plaza Sriwedari, Solo, Jateng pada Hari Kamis Legi sore (11/09/2025). Tak lupa beberapa nasi tumpeng, aneka jajanan pasar, serta asap dupa menyempurnakan acara tersebut. Lantas apa saja isi dan harapan dari doa bersama yang sakral itu?
Sekitar pukul 15.30 sore, panitia acara doa bersama, yaitu Persatuan Anak Bangsa Surakarta (PABS) memulai prosesinya. Peserta yang hadir duduk dengan tertib. Mereka mengelilingi nasi tumpeng serta beberapa wadah tampah berisi bermacam-macam jajanan pasar.

Dr BRM Kusuma Putra SH MH (Baju Lurik) Saat Berikan Sambutan
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya Ketua Panitia Pelaksana, yaitu Miyanto, serta beberapa tokoh masyarakat memberikan sambutan. Kemudian disusul beberapa versi doa yang dipimpin oleh kyai dan sesepuh warga masyarakat.
Walau lokasinya berada di tepi jalan protokol kota yang ramai, namun suasana kidmat dan kusyuk sangat terasa dalam kegiatan ini. Bahkan banyak warga yang kebetulan lewat, menyempatkan diri untuk bergabung dalam doa bersama tersebut.
Dosy Martha, selaku Ketua Umum dari PABS, mengatakan bahwa doa bersama itu, sengaja dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas serangkaian peristiwa yang terjadi di kota Solo beberapa waktu sebelumnya.
Dimana Solo sempat rusuh atau diacak-acak oleh tindakan anarkis, imbas dari beberapa aksi unjuk rasa yang sempat memanas pada akhir Agustus lalu. Dengan doa bersama tersebut, diharap suasana di kota Solo selalu terjaga dalam situasi yang kondusif, aman dan damai selalu.

Penyerahan Tumpeng Dari Panitia Kepada Wakil IPN
“Walaupun kami sedikit menyayangkan, banyak undangan terutama dari tokoh pejabat dan anggota dewan daerah tidak bisa hadir dalam acara ini. Namun setidaknya semangat dari warga masyarakat sendiri tetap menyala untuk kebaikan kota Solo Yang tercinta ini,” ujar Dosy Martha kepada beberapa media yang hadir.
Ditambahkannya, jika saja para pejabat dan wakil rakyat bisa ikut hadir dalam acara tersebut, mereka bisa duduk bareng dengan warga masyarakat tanpa ada sekat dan batas. Dan tentu bisa saling menyatukan visi dan misi bersama untuk kembali membangun kota Solo.
Atau mengingatkan kembali seperti janji-janji perjuangan mereka, sebelum terpilih menjadi pejabat atau wakil rakyat. Dimana dalam doa yang sakral itu, tentu niat baik bersama dari banyak pihak akan lebih sempurna pengkabulannya.

Panitia Acara Bersama Wakil-Wakil Elemen Masyarakat Berfoto Bersama Sebelum Berpisah
Sementara itu, perwakilan dari tokoh masyarakat kota Solo, yaitu Dr. BRM Kusuma Putra S.H, M.H, juga turut hadir dalam acara tersebut. Ia sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Dimana panitia acara merupakan satu-satunya bagian dari lapisan masyarakat, yang mau mengadakan acara seperti itu.
Sehingga bisa mengkoordinir banyak elemen untuk menyatu dalam doa bersama. Doa yang sarat dengan harapan positif untuk kota Solo serta kondisi bangsa Indonesia pada umumnya.
“Salam hormat saya untuk semua tamu undangan serta seluruh warga yang berkenan hadir dalam acara doa bersama ini,” ujar Kusuma Putra dalam sesi sambutannya.















