SAMPAH PLASTIK DAPAT MENJADI BOM WAKTU… JIKA TIDAK DIKELOLA DARI SEKARANG..

Kesadaran Bahaya Sampah Plastik Perlu Ditanamkan Sejak Dini

SOLO ; Setiap hari Jumat di akhir bulan, komunitas ini sangat antusias menyasar ke sekolah-sekolah. Khususnya Sekolah Dasar hingga ssetingkat SMP. Di sana, mereka melakukan sebuah aktivitas. Yaitu mengumpulkan anak-anak sekolah untuk dilatih bagaimana cara membuang sampah yang benar. Lalu mengapa sampah menjadi begitu penting?

Komunitas Gerakan Pemuda Sampah Plastik (atau GPPSP), memang belum lama berdiri. Yaitu pada tanggal 22 Oktober 2023 lalu. Anggotanya terdiri dari berbagai usia dan profesi. Mulai dari pelajar SMA, pelajar, LSM, hingga pengusaha. Namun seluruh anggota dan pengurusnya mempunyai misi yang sama.

Pihak Sekolah SDN Bratan 3 Saat Menyambut Komunitas DPPSP

“Misinya adalah bagaimana cara meningkatkan kesadaran masyarakat agar bisa membuang sampah dengan baik. Setidaknya cara yang saat ini dinilai paling efektif oleh Dinas dan instansi lain yang terkait masalah sampah,” ujar Mbak Ticha (42), selaku Ketua Komunitas GPPSP saat ditemui di sela-sela acara kegiatan pelatihan dan peduli sampah di SD Bratan 3 Solo, saat memperingati Hari Sampah Dunia belum lama ini.

Wanita cantik bernama asli Ticha Prajna Paramita ini mengatakan, permasalahan sampah sudah menjadi isu Nasional. Secara khusus, sampah plastik menjadi isu di seluruh dunia. Sebentar lagi, seluruh negara di dunia akan menghadapi ancaman sampah dengan imbas buruknya lingkungan, serta bahaya kekurangan pangan bagi manusia.

Komunitas GPPSP tergerak untuk sedikit peduli. Caranya dengan membuat kegiatan yang sekilas terlihat sepele. Namun hasilnya nyata bisa mengurangi masalah sampah, terutama sampah plastik yang setiap hari dibuang ke lingkungan sekitar.

Siswa Dilatih Cara Melipat Sampah Plastik Agar Lebih Ringkas Saat Dibuang

“Untuk saat ini kami hanya ingin mengajarkan kepada mereka cara membuang sampah plastik yang benar, agar tidak mencemari dan menggangu lingkungan,khususnya kesuburan tanah,” tambah Mbak Ticha.

Berdasar penelitian, sampah plastik merupakan jenis sampah yang paling sulit terurai atau sulit larut di dalam tanah. Menurut penelitian, sampah plastik berupa barang-barang plastik dapat meleleh ke dalam tanah selama kurang lebih 1000 tahun.

Sedangkan kantong plastik atau keresek bisa bertahan antara 100-1000 tahun. Demikian pula botol plastik bisa bertahan selama 450 tahun dan baru bisa hancur atau menyatu dengan tanah. Namun diantara semua jenis sampah plastik, jenis plastik yang paling murah adalah plasting kantong atau kresek. Sehingga jarang yang memungut untuk dijual atau didaur ulang.

Mbak Ticha (Bertopi) Saat Memimpin Kagiatan Peduli Sampah Plastik

Nah, karena keadaan tersebut tentunya banyak sekali sampah plastik yang akhirnya hanya teronggok menjadi sampah murni. Jadi tidak ada yang peduli dengan nasib mereka. Jikapun dibuang ke tempat pembuangan sampah, malah dapat menyebabkan tanah menjadi rusak atau tidak subur lagi bagi pertumbuhan pohon.

Oleh karena itu, komunitas GPPSP sangat antusias untuk berpartisipasi. Sebab jika sampah jenis ini tidak segera didaur ulang, maka dapat menimbulkan bahaya yang mengancam lingkungan dan kehidupan. Komunitas GPPSP kemudian membuat program kegiatan pengumpulan sampah plastik keresek tersebut.

Nanti kalau sudah terkumpul banyak, disetor ke pabrik yang khusus mau mendaur ulang sampah-sampah itu. Karena, komunitas ini sudah menjalin kerja sama dengan banyak pabrik yang bersedia mendaur ulang sampah kantong plastik. Bahkan beberapa pabrik dimiliki oleh anggota komunitas GPPSP sendiri. Tentunya agar kegiatan dapat berjalan lancar, generasi muda khususnya anak sekolah harus dilibatkan.

Ngeceng Dulu Sebelum Berpisah

“Sasaran pertama di tahap awal adalah anak-anak sekolah di wilayah Solo Raya dan sekitarnya,” ujarnya lagi.

Anak-anak sekolah, terutama yang duduk di bangku SD atau SMP dinilai paling berpotensi bersentuhan atau membuang sampah tersebut setiap harinya. Pasalnya, anak SD dan SMP sering makan jajanan setiap hari, terutama di sekolah, di jalan, atau di rumah. Oleh karena itu, paling tepat jika menjadi sasaran kegiatan komunitas GPPSP.

Dalam kegiatan tersebut, Tim GPPSP memberikan pelatihan singkat tentang cara membuang sampah plastik yang benar. Caranya dengan melipat-lipat plastik sampah menjadi bentuk yang ringkas. Dan tidak pudar lagi saat dibuang. Sehingga dapat masuk ke dalam wadah sampah sepadat dan semaksimal mungkin.

Selain memberikan pelatihan, mereka juga menyediakan wadah sampah (atau keranjang) khusus untuk jenis plastik kresek. Nanti setiap seminggu sekali, wadah berisi plastik tersebut dibawa pergi oleh komunitas GPPSP. Selanjutnya dikirim ke pabrik daur ulang yang telah bersedia bekerja sama.

Bocah SD Paling Senang Dengan Kegiatan di Luar Kelas

“Agar para pelajar tertarik mengikuti kegiatan peduli sampah ini, kita juga mengisinya dengan acara hiburan. Seperti puisi, bernyanyi bersama, dan juga pemberian hadiah hiburan,” imbuhnya.

Dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat menyebar ke masyarakat luas. Terutama bagi generasi muda. Karena masalah sampah sudah tidak bisa ditunda lagi. Jika kita tidak bertindak mulai sekarang, kapan lagi?

Menurut Ibu Ayyu Nurujanah (43), seorang staf pengajar di SD Bratan 3 Solo, mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Lantaran selama ini memang sudah ada program pendidikan terkait. Yaitu Proyek P5 di program sekolah dasar. Atau Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Dalam proyek ini, siswa atau anak sekolah harus memiliki kegiatan akademik yang dapat mengasah kemampuan sosialnya.

“Jadi siswa harus bisa belajar dan siap menghadapi kenyataan hidup,” kata Ibu Ayyu.

Diisi Dengan Kegiatan Permainan Untuk Menambah Semangat SIswa

Salah satu keterampilan sosial tersebut adalah gaya hidup berkelanjutan. Salah satu tema yang diangkat adalah pengelolaan sampah plastik agar bumiku lestari. Oleh karena itu, dengan diadakannya kegiatan peduli sampah plastik bisa selaras dengan program pendidikan di sekolah tersebut.

Tidak dapat dipungkiri, program tersebut sangat membutuhkan banyak stake holder (atau pemangku kebijakan) yang dinilai mumpuni di bidangnya. Dan komunitas GPPSP hadir seperti gayung bersambut.

Dengan adanya kegiatan dan gerakan peduli sampah, walaupun hanya sampah plastik, setidaknya mereka bisa mengurangi pencemaran sampah plastik. Khususnya di wilayah Solo Raya yang kini terus diusung sebagai kota the Spirit Of Java atau punjering budaya Jawa. (Dia)

 

SUMBER : WWW.MAJALAHKISAHNYATA.COM

SEMBUHKAN SESAMA TANPA EFEK SAMPING JADI PRIORITAS UTAMA MISI SOSIAL PADEPOKAN IPN

SOLO – Puluhan warga rela mengantri untuk menuntaskan masalah hidupnya. Terutama masalah yang berkaitan dengan BACA LEBIH LANJUT.......

PULUHAN PEMUDA DI KLATEN RELA DISALIB UNTUK TEBUS DOSA (AKSI TEATRIKAL PROSESI JALAN SALIB DI GUNUNG WIJIL)

KLATEN ; Beberapa pemuda terlihat kesakitan berlumuran darah, saat tubuh mereka disalib di sebuah bukit BACA LEBIH LANJUT.......

BERSIHKAN DESA DARI ROH JAHAT KELELAWAR RAKSASA DIBAKAR WARGA DALAM RITUAL OGOH-OGOH

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Boyolali- Sebuah gunungan hasil bumi menjadi rebutan, setelah sepasang ogoh-ogoh seram dibakar oleh warga. BACA LEBIH LANJUT.......

INILAH PESAN PENTING DARI KADES DALAM ACARA BERSIH DESA-SADRANAN.. WARGA DESA BOTO WAJIB TAHU…

KLATEN : Panggung wayang kulit menyedot perhatian warga pada hari Kamis Pon kemarin (07/03/2024). Tepatnya BACA LEBIH LANJUT.......

HADIRI DEKLARASI RELAWAN ANAK BANGSA DI KLATEN.. INILAH PESAN MENOHOK DARI KETUM RAB PUSAT AGUS WINARNO TERKAIT KNALPOT BRONK

KLATEN : Ribuan simpatisan Prabowo- Gibran, mengikutl acara Deklarasi dan Konsolidasi Relawan Anak Bangsa (RAB) BACA LEBIH LANJUT.......

MISTERI KAMAR NOMOR 13 DI HOTEL CAKRA YANG TIDAK BOLEH DIBUKA…ADA APA ?

SOLO : Sebuah hotel angker dikenal dengan nama hotel Cakra di wilayah Kelurahan Kemlayan, Kecamatan BACA LEBIH LANJUT.......

About admin 390 Articles
Mapag Pedhut

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*