Begini Suasana SAKRAL di Desa Sidoharjo Saat Keris SAKTI SENGKELAT Bertukar Posisi Dengan Wayang Keramat KRESNA

Serah Terima Keris Sengkelat Dari Kades Trimanto

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Klaten– Iringan gending mistis mengalun pelan, mengiringi sebuah upacara sakral. Yaitu serah terima suvenir atau kenang-kenangan antara seorang Dalang Wayang Kulit dengan seorang Kepala Desa (Kades). Lalu seperti apa wujud suvenir yang dianggap sangat keramat tersebut?

Untuk menghibur warga desa Sidoharjo, Polanharjo, Klaten, Jateng, Kades Trimanto menggagas ide menggelar wayang kulit. Dilaksanakan di halaman Balai Desa Sidoharjo, pada Sabtu malam kemarin (17/12/2022), acara berlangsung sangat lancar. Bahkan juga diramaikan oleh puluhan UMKM yang ikut mengais rejeki di sana.

“Selain untuk menghibur warga desa Sidoharjo, acara pagelaran wayang kulit ini, memang sengaja saya buat untuk membangkitkan UMKM desa sini,” terang Kades Sidoharjo, Trimanto (49), saat ditemui di kantor Balai Desa Sidoharjo, sehari sebelum acara pagelaran wayang kulit digelar (16/12/2022).

Dalam pagelaran tersebut, Ki Dalang Gondo Wartoyo (43) membawakan lakon berjudul Pandawa Nugroho. Yaitu sebuah kisah yang menceritakan tentang Pendawa yang mendapatkan anugerah raja diraja, atau ratuning ratu. Yaitu kisah tentang suasana syukuran saat Pandawa selesai membangun negeri Amarta.

Kades Sidoharjo Trimanto Saat Berikan Sambutan Sebelum Pentas Wayang Digelar

Ki Dalang Gondo Wartoyo sendiri, selama ini dikenal sebagai dalang kondang yang masih muda asal Tegalgiri, Boyolali, Jateng. Namanya sempat melambung saat musim pandemi covid-19 beberapa tahun lalu. Ini karena pentas-pentas yang digelarnya termasuk unik dan menyita perhatian publik.

Seperti saat ia menggelar pentas wayang kulit di atap genteng  rumah. Hal tersebut sebagai ungkapan keprihatinan, atas kondisi pandemi yang memakan korban  lahan rejeki para seniman dan seniwati. Termasuk para seniman pentas pertunjukan wayang kulit.

“”Saya sangat senang bisa mendapat kesempatan melakukan aksi menggeber wayang di desa Sidoharjo sini. Semoga apa yang kami persembahkan bisa menghibur semua warga Sidoharjo. Dan ucapan terima kasih khusus kami haturkan kepada Kades Trimanto. Dimana beliaulah yang selama ini menggagas acara pagelaran sebagai budaya adilihung bangsa ini,” ujar Ki Dalang Gondo Wartoyo saat ditemui para awak media sebelum pentas digelar.

Ia juga berharap semoga dengan acara tersebut, selain warga bisa terhibur, semua harapan terbaik warga desa juga bisa dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Seperti hasil panen yang baik. Rejeki semua warga yang selalu lancar. Serta selalu diberi kelimpahan kesehatan.

Orang-orang Sakti Pengikut Rombongan Ki Gondo Wartoyo

Di tempat yang sama Trimanto selaku kades Sidoharjo, juga berharap semoga acara pagelaran wayang itu bisa menghibur semua warga desa Sidoharjo. Sekaligus bisa mengangkat sektor UMKM warga. Itulah sebab, panitia kegiatan pagelaran wayang kulit tersebut menyediakan stand-stand untuk UMKM yang ada di desa Sidoharjo.

“Saya sangat senang bisa menjajakan pipa unik hasil kreasi saya sendiri. Yaitu pipa dari bubuk kopi. Suasana pagelaran ini sangat cocok dengan produk dagangan saya,” ujar salah satu warga yang menggelar stand jualan pipa unik bubuk kopi di dekat panggung pagelara wayang kulit tersebut.

Warga yang lain juga banyak yang menggelar makanan dan minuman, serta beragam cemilan khas buatan warga desa sendiri. Tentu saja, acara seperti itu, sangat disukai oleh warga yang ikut ketiban rejeki dari hasil berjualan walau hanya semalam, atau hanya sehari sejak pagi hingga malam.

Dalam kesempatan tersebut, Kades Trimanto juga memberikan sebuah suvenir langka berupa sebuah keris jenis Sengkelat kepada ki dalang. Sementara Ki dalang Gondo Wartoyo, juga memberikan kenang-kenangan balik berupa sebuah wayang kulit klasik. Yaitu wayang kulit karakter Kresna.

Serah Terima Wayang Kresna Dari Ki Gondo Wartoyo

“Sebenarnya sudah sejak lama, saya ingin menghadiahkan keris ini kepada Ki Dalang Gondo Wartoyo. Karena saya menganggap Dalang Gondo Wartoyo benar-benar sangat konsisten dalam melestarikan budaya wayang. Sekaligus juga konsisten dalam membela hak-hak kaum seniman. Terutama seniman tradisi seperti dalang, sinden, niyaga, dll,” papar Kades Trimanto lagi.

Sementara Ki Gondo Wartoyo sendiri juga mengaku bahwa suvenir wayang kulit Kresna yang ia berikan kepada Kades Trimanto, merupakan wujud penghormatannya kepada sosok Kades Sidoharjo.

“Pribadi dan karakter Pak Kades Trimanto memang sangat pas menjadi sosok seorang pemimpin desa. Selain bisa mengayomi, juga sangat mengerti betul apa yang menjadi keiinginan warga desanya. Bahkan sampai rela menggelar pagelaran wayang kulit atas inisiatif dan dana sendiri,” aku Ki Gondo di tempat yang sama.

Saat sesi serah terima suvenir tersebut, ada nuansa mistis yang terasa. Udara di sekitar panggung tiba-tiba seperti menjadi dingin dan beku. Namun saat wayang Kresna dan keris Sengkelat sudah berpindah tangan, udara seperti menghangat kembali.

Penjual Pipa Unik Juga Meramaikan Acara

Dan gending yang mengiringi adegan serah-terima suvenir tersebut, juga mengalun sakral. Seperti menyihir semua tamu undangan dan warga yang hadir untuk terdiam dan menghela nafas panjang setelahnya.

Ditambahkan oleh Trimanto, ia juga mengaku sangat senang dan bersyukur bisa menggelar acara seperti itu untuk warga Sidoharjo. Dan berharap, semoga di tahun-tahun mendatang kehidupan warga Sidoharjo menjadi lebih baik.

Artinya warga bisa terus terhibur. Sehingga jasmani dan rohani selalu fresh atau segar. Dan setiap hari bisa ayem tentrem bagas waras. Hasil panen dan dagang selalu lancar, serta barokah. Dan semua UMKM bisa terus bangkit dan meningkat ekonominya.

Baik kehidupan rejeki, harapan, kesehatan, serta apa yang menjadi cita-cita semua warga bisa terkabulkan semua. Dan juga berharap pihaknya bisa terus menggelar acara-acara syukuran serupa di tahun-tahun mendatang.

Wayang Sakral Kresna Menjadi Suvenir Untuk Kades Sidoharjo

Dalam acara pagelaran wayang kulit tersebut, tampak hadir beberapa pecinta serta komunitas wayang dari wilayah Solo Raya dan sekitarnya. Seperti komunitas WMC Klaten.

Harsono Sastro dari komunitas WMC Klaten, mengaku bersama 10 orang anggotanya sengaja hadir dalam acara pagelaran wayang kulit tersebut. WMC merupakan komunitas, dimana para anggota dan pengurusnya merupakan penggemar berat wayang kulit.

“Kami dari WMC Klaten, sangat berharap semoga dengan acara seperti ini (pentas wayang kulit), tradisi dan budaya kita terus berkembang seiring perkembangan jaman,” tutur Harsono.

Sebelum pagelaran digelar, Ki Dalang Gondo Wartoyo membacakan doa serta pembacaan surah Al-Fatehah. Sehingga acara berjalan lancar hingga semua yang hadir merasa puas, dan pulang ke rumah masing-masing. Walau bintang-bintang di langit masih setia dengan sinar redupnya di atas sana. (Dia)

Sumber : www.majalahkisahnyata.com

Dapat Wangsit Gaib… PGN Sukoharjo Resik-Resik Cagar Budaya Pesanggrahan Langenharjo…

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Solo-Raya-  Kondisi Pesanggrahan Langenharjo, Peninggalan Raja Paku Buwono IX memang sangat memprihatinkan. Hal tersebut BACA LEBIH LANJUT.......

Prihatin Nasib Cagar Budaya di Indonesia Forum Budaya Mataram Bakal Menggelar Diskusi Terbuka Untuk Umum…

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Solo Raya- Beberapa kali Yayasan Forum Budaya Mataram (FBM) berhasil menorehkan sejarah. Yaitu dengan BACA LEBIH LANJUT.......

Puluhan Hadiah Anti Zonk… Manjakan Pelanggan Hyundai Solo Baru di Akhir Tahun…

MAJALAHKISAHNYATA.COM, SOLOBARU- Sekitar 30 lebih hadiah cabutan sengaja digantung di pohon Terang Hyundai Solo Baru BACA LEBIH LANJUT.......

Inilah Poin Penting Hasil MuBES TFC…Pemilik Mobil Hyundai Trajet Wajib Tahu…

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Colomadu- Puluhan mobil Hyundai lama jenis Trajet, mendadak memenuhi halaman Taman De Tjolomadoe di BACA LEBIH LANJUT.......

Inilah Alasan Mengapa Anda Wajib Mencoba Ayam & Bebek Ungkep Romantis Jika Lewat Jalur Kebakkramat…

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Karanganyar- Disajikan dalam wujud utuh, warna dan tekstur dagingnya memang sangat menggoda. Apalagi saat BACA LEBIH LANJUT.......

Malam Ini Bancaan Tikus Pithi Hanata Baris Dengan Orkestra Megah Hadirkan Artis-artis Ibukota

MAJALAHKISAHNYATA.COM, SUKOHARJO- Meskipun namanya sudah bergaung sejak beberapa tahun silam, ternyata nama ormas Tikus Pithi BACA LEBIH LANJUT.......

About admin 335 Articles
Mapag Pedhut

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*