Inilah Partai Alternatif Tanpa Tokoh Nasional Semua Anggota dan Pengurusnya Murni Rakyat Biasa

Aksi Sosial PKR di Tengah Bencana Gempa

MAJALAHKISAHNYATA.COM, SUKOHARJO– Berawal dari ormas yang banyak disepelekan orang, yaitu Panji-panji Hati. Atau lebih dikenal dengan sebutan Tikus Pithi Hanata Baris. Kini ormas tersebut sudah menyulap dirinya menjadi partai yang besar. Yaitu Partai Kedaulatan Rakyat (PKR). Lalu seperti apa visi, misi, dan perjuangan PKR hingga saaat ini?

Ditemui di rumahnya, di kampung Purbayan, Baki, Sukoharjo, Jateng, (23/11/2022), Tuntas Subagyo (43), sang pendiri PKR terlihat santai menceritakan perjuangan partai yang didirikannya.

Ia bercerita bahwa memang tidak mudah untuk mendirikan partai baru. Apalagi di jaman sekarang. Dimana hampir semua gerakan partai selalu dilihat siapa tokohnya. Juga dilihat bagaimana kekuatan ekonomi partai atau pendirinya?

“Namun bagi PKR, memang landasan perjuangan kami sudah tegas dan jelas. Yaitu mengembalikan ruh demokrasi kepada jati-diri bangsa Indonesia yang sebenarnya,” terang Mas Tuntas mengawali cerita.

Mas Tuntas -Saya Ingin Rakyat Menjadi Subyek Demokrasi Bukan Sekedar Obyek

Yang dimaksud pria muda ini, ruh demokrasi sejati bangsa ini, adalah demokrasi yang benar-benar lahir atau murni dari rakyat. Artinya tanpa embel-embel atau iming-iming apapun.

Misalnya embel-embel nama tokoh terpandang. Bahkan memaksakan diri membeli nama tokoh-tokoh Nasional yang dianggap punya pengaruh besar. Juga iming-iming materi, uang, dan jabatan. Semua itu sangat ditabukan dalam ruh perjuangan PKR.

“Bagi PKR yang paling penting adalah tujuan perjuangan itu sendiri. Yaitu bersama-sama menciptakan kebaikan untuk kesejahteraan, serta peningkatan kualitas bangsa Indonesia,” sambungnya lagi.

Mas Tuntas juga membandingkan, bahwa dulu di era awal-awal Republik Indonesia berdiri, demokrasi sejati benar-benar pernah ada di negeri ini. Siapapun boleh mendirikan partai dan mengikuti pemilu. Karena hal itu memang menjadi hak warga negara, serta dijamin oleh Undang-undang.

Bahkan tugas negara saai itu, justru mempermudah warganya untuk mendapatkan haknya. Yaitu berserikat, berkumpul, serta menyuarakan aspirasinya lewat partai. Di situlah nanti akan terjadi Suara Tuhan. Atau suara yang murni dari rakyat. Alias demokrasi sesungguhnya.

Partai yang benar-benar sesuai dengan cita-cita, serta kehendak mayoritas rakyat tentulah yang akan menang. Atau setidaknya survive sebagai partai besar. Sedangkan partai yang dianggap tidak memperjuangkan rakyat, tentu sesuai hukum seleksi alam akan gugur di perjalanan. Atau semakin menurun pemilihnya.

Base Camp BMT Siap Sukseskan Kemenangan PKR

“Kira-kira seperti itulah, niat dan perjuangan saya mendirikan partai PKR. Semoga bisa menjadi pembelajaran bagi demokrasi kita. Dengan ruh demokrasi yang murni, tentu negara ini akan semakin cepat menjadi negara besar yang hebat. Serta makmur gemah ripah loh Jinawi,” tegasnya penuh semangat.

Mas Tuntas juga mengkritisi sistem demokrasi sekarang yang benar-benar bertolak-belakang dengan ruh demokrasi sejati. Sebagai contoh terdekat adalah fenomena pemilihan anggota Dewan. Baik dewan di DPRD ataupun DPR pusat. Hampir semuanya memakai politik uang. Atau setidaknya politik modal.

Sehingga, sangat jarang anggota dewan yang murni berasal dari rakyat kecil. Mereka rata-rata adalah orang kaya. Mungkin bisa keluarga pejabat, pengusaha, artis, atau tokoh-tokoh yang selama ini memang dianggap kaum berpunya.

“Dan hampir bisa dipastikan, saat nanti menjelang regenerasi para wakil-wakil rakyat itu, mereka sudah menyiapkan teman, saudara, atau koleganya yang kaya untuk melanjutkan dinasti kedewanannya,” ujarnya dengan penuh prihatin.

Dengan kondisi dan fenomena seperti itu, tak heran jika dalam proses kinerja mereka di pemerintahan, banyak sekali yang akhirnya bekerja hanya sekedar main proyek. Ironisnya, banyak proyek yang seharusnya untuk kepentingan rakyat justru mereka korupsi sendiri. Baik korupsi pribadi ataupun korupsi berjamaah.

Optimesme dari Jiwa Kesederhanaan

Lucunya lagi, sebagai wakil rakyat, terutama di perkotaan, mereka juga banyak yang justru tidak mengenal tetangga kanan kirinya. Sehingga perjuangan mereka memang dikontrol oleh partai. Dan bukan murni turun dari rakyat yang diwakilinya.

Itu baru contoh demokrasi pemilihan anggota dewan. Tentunya rakyat bisa menilai sendiri, bagaimana wujud demokrasi lainnya yang terjadi saat ini. Nyaris semuanya hanya murni untuk mengejar kekuasan serta proyek.

Sebuah partai tak lagi menjadi organisasi perjuangan rakyat. Namun tegas dan jelas, menjadi organisasi untuk mencari keuntungan atau laba ekonomi dengan menduduki pos-pos kekuasaan. Laba ekonomi yang tentunya bisa untuk menyejahterakan kelompoknya.

Bahkan bila perlu bukan hal tabu, untuk bagi-bagi kursi atau proyek dengan partai lain, walau secara ideologi partai tersebut sebelumnya dianggap tidak sealiran. Lagi-lagi semuanya hanya untuk diplomasi merebut kue proyek pembangunan.

Rakyat bisa menyaksikan sendiri di media massa. Barapa banyak kasus korupsi yang melibatkan para pejabat, anggota dewan, bahkan sekelas pejabat menteri. Mulai program BLT, hingga program yang melibatkan proyek-proyek besar dan strategis Nasional.

Beberapa Pengurus PKR Saat Sambangi BMT

“Dan rakyat juga bisa melihat, hukuman apakah yang kerap dijatuhkan kepada para pencuri uang rakyat, yang seharusnya juga sudah sah dianggap pengkianat bangsa itu?” ujarnya.

Tentunya semua sepakat, hukuman mereka rata-rata ringan. Tak ada hukuman mati, tak ada hukuman penjara seumur hidup, tak ada hukuman penjara di atas lima tahun. Juga tak ada hukuman kerja sosial seperti menguras WC umum seperti negara-negara maju sana. Inilah wajah demokrasi dan politik di Indonesia sekarang.

Dan tentu hal ini perlu revolusi demokrasi. Sehingga generasi penerus tidak melulu mewarisi sistem demokrasi yang hanya memuja kultus individu atau sosok pemimpin saja. Juga jangan hanya memuja kekuasaan dan uang.

Namun yang terpenting benar-benar membuat karya besar perjuangan. Sehingga menciptakan sejarah-sejarah harum bagi kemajuan bangsa. Membuat setiap periode pembangunan bisa membanggakan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mas Tuntas sendiri mengaku terkait pembentukan PKR, hanya ingin ikut andil dalam perubahan dan wajah demokrasi di Indonesia. Ia mendambakan bahwa dalam demokrasi, rakyat benar-benar menjadi subyek. Dan bukan semata-mata menjadi obyek yang selama ini terjadi.

BMT Kartasura Menjadi Titik Tolak BMT Seluruh Nusantara

Lantas bagaimana perjuangan PKR saat ini, untuk bisa mengikuti pemilu tahun 2024 nanti?

“Walau secara Undang-undang dan hukum, PKR sudah legal dan memenuhi syarat, namun memang saat ini masih terganjal urusan di administrasi KPU,” papar Mas Tuntas.

Ia menceritakan bahwa proses membuat partai memang tidak semudah membeli kacang goreng. Namun lahirnya PKR memang karena ada niat dan perjuangan yang tulus dari semua anggota. Dimana anggotanya memang semua murni rakyat biasa.

Sehingga hanya dalam waktu enam bulan, PKR benar-benar terbentuk. Ini karena murni ada semangat gotong-royong dari semua anggota, pengurus, dan semua simpatisannya. Walau terkendala di pendanaan, namun niat yang baik tentu selalu mendapat jalan Tuhan.

Begitulah akhirnya PKR terbentuk. Mulai kepengurusan, anggota, dan kantor sudah tersebar mulai Aceh hingga Papua. Syarat dan ijin dari kemenkumham sudah terpenuhi. Namun anehnya, justru persyaratan administrasi pendaftaran di KPU saat ini masih terganjal.

Perjuangan PKR Ingin Kembalikan IKlim Demokrasi Kepada Ruh Demokrasi Sesungguhnya

“Hal itu karena Sipol milik KPU yang ternyata kurang terintregasi dengan sistem IT atau input dan output data partai kami,” ujarnya.

Sistem Informasi Parpol atau Sipol sendiri, adalah aplikasi yang dibuat untuk membantu data partai politik, dan anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia. Mulai resgistrasi parpol, penetapan status penelitian administrasi, status keanggotaan, status keterwakilan perempuan, dll.

Aplikasi ini tujuannya untuk memudahkan KPU dalam memonitoring dan menverifikasi Partai Politik yang  akan mengikuti pemilihan umum. Namun karena sipol ini, justru proses pendaftaran PKR untuk mengikuti pemilu 2024 menjadi terkendala. Dan saat ini masih menunggu proses.

Mas Tuntas berharap dan berdoa, semoga saja proses tersebut bisa berjalan dengan baik. Sehingga status PKR sebagai partai sah dalam pemilu 2024 nanti menjadi semakin nyata.

“Dan saya berharap partai PKR bisa menjadi partai alternatif bagi masyarakat Indonesia. Kami dari PKR meyakini, bahwa mayoritas masyarakat Indonesia sudah mempunyai mimpi yang sama dengan ruh perjuangan kami. Yaitu mewujudkan masyarakat demokrasi yang benar-benar demokrasi sejati,” tegasnya.

Keyakinan itu setidaknya bisa dilihat dari jumlah massa PKR yang sedemikian besar di seluruh Indonesia. Bahkan saat ini sudah terbentuk Komunitas Bocahe Mas Tuntas (BMT).

Walau awalnya hanya di wilayah Kartosuro, Sukoharjo, namun pelan dan pasti komunitas BMT terus menyebar ke seluruh Solo Raya, dan targetnya ke suluruh wilayah di Indonesia.

Setiap pos BMT rata-rata memiliki sekitar 100 hingga 150 anggota dengan kartu tanda anggota (KTA) partai PKR. Sehingga dengan jumlah ril massa besar itu, PKR dengan percaya diri sangat yakin.

Yaitu jika negara mengijinkan mereka untuk ikut kontes dalam pemilu 2024 nanti, tentu akan membawa kemenangan serta perubahan besar dalam demokrasi di Indonesia. (Med)

Sumber : www.majalahkisahnyata.com

Puluhan Hadiah Anti Zonk… Manjakan Pelanggan Hyundai Solo Baru di Akhir Tahun…

MAJALAHKISAHNYATA.COM, SOLOBARU- Sekitar 30 lebih hadiah cabutan sengaja digantung di pohon Terang Hyundai Solo Baru BACA LEBIH LANJUT.......

Jelang Akhir Tahun LSM LAPAAN RI Kembali Berbagi Kebahagiaan Merajut Kebhinekaan dan Peduli Sesama Anak Bangsa…

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Solo-Raya- Ribuan paket santunan berupa sembako, snack, uang tunai, serta uang saku dibagikan kepada BACA LEBIH LANJUT.......

Begini Suasana SAKRAL di Desa Sidoharjo Saat Keris SAKTI SENGKELAT Bertukar Posisi Dengan Wayang Keramat KRESNA

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Klaten- Iringan gending mistis mengalun pelan, mengiringi sebuah upacara sakral. Yaitu serah terima suvenir BACA LEBIH LANJUT.......

Begini Aksi Tim PPM Unesa Saat Beri Pendampingan.. Penulisan Laporan Karya Tulis Ilmiah Guru Bahasa Jawa…

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Surabaya- Penulisan karya ilmiah merupakan kegiatan yang sangat penting bagi seorang guru yang professional BACA LEBIH LANJUT.......

Inilah Poin Penting Hasil MuBES TFC…Pemilik Mobil Hyundai Trajet Wajib Tahu…

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Colomadu- Puluhan mobil Hyundai lama jenis Trajet, mendadak memenuhi halaman Taman De Tjolomadoe di BACA LEBIH LANJUT.......

Inilah Alasan Mengapa Anda Wajib Mencoba Ayam & Bebek Ungkep Romantis Jika Lewat Jalur Kebakkramat…

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Karanganyar- Disajikan dalam wujud utuh, warna dan tekstur dagingnya memang sangat menggoda. Apalagi saat BACA LEBIH LANJUT.......

About admin 335 Articles
Mapag Pedhut

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*