• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Selasa, Desember 16, 2025
Majalah Kisah Nyata
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • News
  • Jejak Nusantara
  • Konsultasi Nasib
  • Kolektor
  • Kuliner
  • Misteri
  • Tradisi Dan Budaya
  • Tosan Aji
  • Wisata
  • Peluang Usaha
  • Profil
  • Tafsir Mimpi
  • Lifestyle
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Ciber
  • Beranda
  • News
  • Jejak Nusantara
  • Konsultasi Nasib
  • Kolektor
  • Kuliner
  • Misteri
  • Tradisi Dan Budaya
  • Tosan Aji
  • Wisata
  • Peluang Usaha
  • Profil
  • Tafsir Mimpi
  • Lifestyle
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Ciber
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Misteri

Harga PUPUK Melambung TINGGI… Petani MENJERIT… Mengadu KEPADA Siapa…?

admin by admin
Januari 13, 2022
in Misteri, News, Peluang Usaha, Profil
0
Harga PUPUK Melambung TINGGI… Petani MENJERIT… Mengadu KEPADA Siapa…?

Produksi Pertanian Indonesia Menjadi Sumber Ketahanan Pangan Nasional

491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Jateng- Seperti sebuah siklus yang memprihatinkan, lagi-lagi harga pupuk pertanian mendadak melambung tinggi. Siklus menyakitkan ini, sudah terjadi selama bertahun-tahun. Dan sepertinya pemangku kebijakan terkait hal tersebut, tidak bisa berbuatĀ  banyak. Buktinya siklus tersebut selalu terulang dan terus terulang. Ada apa sebenarnya?

Sebagai negara agraris, yang tentu saja mayoritas ekonomi Nasional ditopang oleh sektor pertanian, tentu siklus di atas menjadi sangat ironis. Secara logika orang awam saja, seharusnya sektor tersebut mendapat perhatian yang lebih dari sektor lainnya. Dengan kata lain, seharusnya mendapat perlindungan yang semaksimal.

READ ALSO

RITUAL WAJIB RAJA BARU KRATON SURAKARTA

PAKOE BOEWONO XIV TEMUI MBAH LEPO

ā€œNamun kenyataannya, justru dari tahun ke tahun fenomena harga pupuk langka atau harganya yang tak terjangkau petani, malah semakin parah,ā€ ungkap Dr.BRM.Kusumo Putro SH.MH, ketua dari LSM LAPAAN RI Jateng dengan nada prihatin.

Dr BRM Kusumo Putro SH MH-Ketua LSM Lapaan RI Jatengg

Menurut pria yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat Solo ini, persoalan pupuk jangan pernah dianggap remeh. Terutama oleh Pemerintah dan pejabat pemangku kebijakan terkait. Dari hasil pantauan di lapangan, dalam seminggu terakhir ini, harga semua jenis pupuk pertanian naik hingga tembus antara 50 – 100 persen.

Hal tersebut tentu saja membuat kalut para petani. Nasib mereka lagi-lagi hanya bisa pasrah menatap langit di atas sana. Padahal lahan pertanian, termasuk ladang, sawah atau kebun, sangat tergantung dengan yang namanya Pupuk Non Organik. Walaupun dalam wilayah atau kondisi tertentu, petani memang masih bisa memakai Pupuk Organik.

ā€œBanyak pihak yang menganggap sepele masalah pupuk, bahkan terkesan cuci tangan, hanya dengan mengatakan bahwa petani bisa menggunakan pupuk organik kalau tidak bisa mendapatkan pupuk non organik. Padahal masalahnya kan tidak sesederhana itu,ā€ sambungnya lagi.

Bulir Padi Menguning Adalah Dambaan Semua Petani

Memang pupuk organik seperti kotoran hewan sapi, kambing, kerbau, atau sampah dedaunan, mengandung banyak kelebihan. Namun juga banyak kelemahannya. Yaitu jumlahnya sangat sedikit, karena tidak setiap petani memelihara hewan-hewan tersebut. Sehingga jauh dari nilai ideal untuk memenuhi kebutuhan pupuk seluruh petani di Indonesia.

Sementara itu, pupuk organik biasanya juga membutuhkan waktu lama, untuk diproses agar benar-benar bisa dijadikan menjadi pupuk tanaman. Belum lagi, tanaman dengan pupuk organik, rata-rata juga membutuhkan waktu lebih lama untuk panen. Meskipun hasil panennya untuk beberapa jenis tanaman, secara kualitas memang lebih unggul.

Dengan kata lain, untuk saat ini, pupuk non organik yang sangat dibutuhkan oleh petani. Karena mau tidak mau, petani sangat tergantung jika ingin hasil panennya bagus dan cepat.

Komoditas Jagung Juga Menjadi Sumber Devisa Negara

ā€œSehingga bila keadaan ini terus terjadi, makan bukan saja sawah penghasil padi yang akan terkena dampaknya. Namun ladang perkebunan seperti sayur-mayur, atau tanaman komoditas pertanian lainnya juga ikut terkena imbasnya,ā€ papar Kusumo Putro saat ditemui di Pasar Tawangmangu beberapa hari lalu (11/01/2022).

Seperti dikeluhkan oleh seorang warga petani asal Ngargoyoso, Karanganyar, Jateng belum lama ini. Ia mengaku sudah tak mampu membeli pupuk lagi. Terutama pupuk NPK, untuk tanaman sayur-mayurnya. Karena harganya sudah gila-gilaan. Jika nekat membeli, ibaratnya berhadapan dengan spekulasi tinggi dengan hasil panennya nanti. Taruhannya impas atau malah merugi.

Di beberapa wilayah seperti Sragen dan Karanganyar, bahkan kuota pupuk subsidi sudah dicabut atau dikurangi hampir tiga tahun ini. Lucunya lagi, kehadiran KARTU PETANI yang awalnya digadang-gadang bisa membantu petani, justru malah menambah masalah lagi.

Petani Hanya Bisa Menatap Pasrah Saat Harga Pupuk Naik dan Langka

Karena prakteknya, petani harus menabung dulu untuk bisa beli pupuk subsidi. Padahal seperti lingkaran setan, sumber uang petani tentunya ya dari hasil panen itu sendiri. Lalu jika harga pupuk mahal dan stok langka, lantas apa yang bisa diharapkan dari petani untuk ngopeni KARTU TANI tersebut?

Yang sangat disayangkan, sekaligus sangat mengherankan, karena menjadi tanda tanya besar. Ada apa sebenarnya dengan situasi dan kondisi yang terjadi? Persoalan pupuk mahal dan langka benar-benar nyata terjadi di pasaran kelewat sering. Dan hebatnya seperti tak pernah ada solusi. Seakan-akan hanya membiarkan, atau tidak peduli dengan nasib rakyat petani.

Ā Kenapa hal itu selalu terjadi?

Padahal jika menengok dalam PEDOMAN TEKNIS PENGGUNAAN PUPUK BERSUBSIDI TAHUN ANGGARAN 2021, Oleh Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Kementrian Pertanian), jelas disebutkan,Ā  bahwa sektor pertanian terbukti menjadi satu-satunya sektor yang mampu bertahan. Bahkan berkontribusi positif terhadap PDB selama masa pandemi tahun 2020.

Petani Padi Saat Tebar Pupuk di Sawah

Hal ini karena pemenuhan pangan 279 juta jiwa penduduk Indonesia sangat tergantung pada pembangunan pertanian. Disamping sebagai penyumbang devisa melalui ekspor produk pertanian, penyedia bahan baku industri pangan, pemasok bahan pangan dan gizi, penyerapan tenaga kerja, serta pendukung bagi bergeraknya sektor ekonomi lainnya.

Juga disebutkan bahwa, untuk memenuhi beberapa komoditas penting pertanian dan perkebunan, ketersediaan pupuk, sebagai salah satu sarana produksi yang utama, terutama pupuk bersubsidi, diharapkan dapat dipenuhi sesuai azas 6 (enam) tepat yaitu: tepat waktu, jumlah, jenis, tempat, mutu dan harga.

ā€œDengan demikian dalam pengelolaan pupuk bersubsidi diperlukan kesepahaman seluruh stakeholder terkait dalam mewujudkan tujuan,ā€ ungkap Kusumo.

Namun yang terjadi saat ini, justru malah kesimpang-siuran para stakeholder dalam menyikapi masalah kelangkaan pupuk atau mahalnya pupuk. Baik pupuk bersubsidi maupun non subsidi.

Petani Sayur Bawang Bisa Terkena Dampak Kenaikan dan Kelangkaan Pupuk

Bahkan dalam Pedoman Teknis tersebut, sangat jelas dijabarkan tentang Penyaluran pupuk. Yaitu didefinisikan sebagai proses pendistribusian Pupuk Bersubsidi dari Pelaksana Subsidi Pupuk/PT Pupuk Indonesia (Persero) sampai dengan Petani sebagai konsumen akhir.

Serta menjadikan Harga Eceran Tertinggi yang selanjutnya disebut HET adalah harga Pupuk Bersubsidi yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian untuk dibeli oleh petani dalam kemasan tertentu di Penyalur Lini IV.

Tentu saja harga eceran tersebut pasti murah. Namun mengapa bisa terjadi tiba-tiba selalu harga pupuk subsidi menjadi mahal, langka, dan seperti tak bisa terjangkau oleh petani kebanyakan.

Kalau alasannya memang anggaran subsidi pupuk dari Pemerintah, yang tidak mampu mencukupi kebutuhan pupuk bagi para petani di seluruh Indonesia, kenapa tidak berusaha menambah anggarannya. Juga bila alasannya karena stok pupuk tidak ada, kenapa tidak menambah jumlah produksinya.

Dan jika masih beralasan, bahwa Ā penyalurannya disinyalir tidak tepat sasaran, kenapa tidak segera memperbaiki sistem dan management distribusinya, serta melakukan evaluasi dan aksi nyata untuk menyelesaikannya.

Petani Sayur Tomat Ikut Menjerit Jika Pupuk NPK Langka dan Mahal

ā€œSebagai petani, tentu rakyat tidak tahu dan tidak semuanya paham tentang kebijakan dari atas tersebut. Yang mereka tahu dan mereka inginkan hanyalah stok pupuk selalu ada dengan harga murah atau terjangkau. Sehingga mereka selalu bisa dengan mudah mencukupi kebutuhan pupuk untuk lahan produksi lahan pertanian atau perkebunannya,ā€ beber Kusumo mengernyitkan dahinya.

Kusumo mengingatkan, bahwa persoalan pupuk sangat berhubungan dengan masalah pangan untuk rakyat. Sehingga sangatlah penting bagi ketahanan pangan, dan peningkatan ekonomi Nasional. Serta bagi kesejahteraan para petani di seluruh negeri Indonesia ini.

Tentu saja, fenomena kenaikan harga pupuk yang meroket, serta langkanya pupuk subsidi harus menjadi prioritas utama dari pemerintah. Hal tersebut tidak bisa dijadikan masalah sepele.

Pupuk Yang Berkualitas dan Murah Menjamin Hasil Panen Melimpah

Pemerintah sesegera mungkin harus menyelesaikan masalah tersebut, dengan melakukan langkah-langkah nyata yang terbaik. Sehingga harga pupuk kembali stabil, atau bisa terjangkau oleh petani dengan mudah. Karena jika situasi seperti saat ini dibiarkan berlarut-larut, tentu bisa menimbulkan gejolak. Cepat atau lambat harga kebutuhan pokok lainnya juga akan ikut-ikutan naik dan membumbung tinggi.

ā€œSalah satu kewajiban, tugas, dan tanggung-jawab pemerintah adalah menjamin ketersediaan pangan. Serta menjaga kestabilan harga pangan yang terjangkau oleh rakyatnya,ā€ tegas Kusumo lagi.

Untuk itu Pemerintah harus secepatnya melakukan evaluasi, dan langkah yang sungguh-sungguh. Sehingga Ā Petani Indonesia bisa kembali tersenyum. Dan bersemangat menggarap sawah ladangnya, guna mencapai Program Pemerintah untuk menuju Swasembada Pangan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Semoga harapan dan impian petani di seluruh Indonesia ini segera terwujud. (Dia)

Sumber: www.majalahkisahnyata.com

Tags: Harga Pupuk MahalKetahanan PanganNasib Petani IndonesiaPupuk LangkaSubsidi PUpuk

Related Posts

RITUAL WAJIB RAJA BARU KRATON SURAKARTA
Misteri

RITUAL WAJIB RAJA BARU KRATON SURAKARTA

Desember 14, 2025
PAKOE BOEWONO XIV TEMUI MBAH LEPO
Misteri

PAKOE BOEWONO XIV TEMUI MBAH LEPO

Desember 14, 2025
PEDULI KORBAN BENCANA SUMUT
News

PEDULI KORBAN BENCANA SUMUT

Desember 8, 2025
TANAMKAN JIWA NASIONALISME, PULUHAN  WANITA KENES KUNJUNGI TMP KUSUMA BHAKTI
Jejak Nusantara

TANAMKAN JIWA NASIONALISME, PULUHAN WANITA KENES KUNJUNGI TMP KUSUMA BHAKTI

November 12, 2025
INILAH SOSOK UNDANGAN PENTING YANG BAKAL HADIR DALAM JUMENENGAN PB XIV
Jejak Nusantara

INILAH SOSOK UNDANGAN PENTING YANG BAKAL HADIR DALAM JUMENENGAN PB XIV

November 12, 2025
MERINDING, PUTRA MAHKOTA KRATON SOLO AMBIL SUMPAH HANGLINTIR KAPRABON DI HADAPAN PUBLIK !
Jejak Nusantara

MERINDING, PUTRA MAHKOTA KRATON SOLO AMBIL SUMPAH HANGLINTIR KAPRABON DI HADAPAN PUBLIK !

November 5, 2025

POPULAR NEWS

TABURAN SAWI DAN DAGINGNYA BIKIN LAPER

MIE MANGKOK JOSWI… Peluang Kuliner Akibat Korban Politik, NANANG : Rasanya Joss Bikin Ketagihan…

Maret 1, 2021
Parade Nusantara Bahas Perpu No.1 Tahun 2020

PERPU No.1 Tahun 2020… Makan Tumbal Dana Desa…

Maret 13, 2021
RUANGAN PENDAPA LIMASAN DEPAN NDALEM KEMASAN

MISTERI NDALEM KEMASAN… Yang Pernah Dihuni Oleh Permaisuri Raja Paku Buwono VI Surakarta

Maret 2, 2021
KOMISARIS UTAMA-BRM KUSUMO PUTRO SH MH SAAT POTONG TUMPENG TANDAI PERESMIAN KANTOR PT BAYONET MERAH PUTIH YOGYA

SOLID, LOYAL, DAN PROFESIONAL… BAYONET MERAH PUTIH Cabang Yogya… Siap Bantu Masyarakat Layani Multi Jasa

Maret 2, 2021
Eyang Semar Muncul Di Merapi…Virus Corona Bakal Sirna?

Eyang Semar Muncul Di Merapi…Virus Corona Bakal Sirna?

Maret 13, 2021

EDITOR'S PICK

MANTRA-MANTRA JAWA KUNO IRINGI UMBUL DONGA UNTUK PASLON ANDIKA-HENDI

MANTRA-MANTRA JAWA KUNO IRINGI UMBUL DONGA UNTUK PASLON ANDIKA-HENDI

Oktober 17, 2024
GANTIKAN MENTERI BKPM…  MBAK VELLA ASAL KLATEN TERINSPIRASI HAL INI

GANTIKAN MENTERI BKPM… MBAK VELLA ASAL KLATEN TERINSPIRASI HAL INI

Juli 16, 2024
Begini Suasana SAKRAL di Desa Sidoharjo Saat Keris SAKTI SENGKELAT Bertukar Posisi Dengan Wayang Keramat KRESNA

Begini Suasana SAKRAL di Desa Sidoharjo Saat Keris SAKTI SENGKELAT Bertukar Posisi Dengan Wayang Keramat KRESNA

Desember 18, 2022
IKLAN DI MEDIA CETAK TAHUN 1950-AN

SEJENAK MELONGOK IKLAN JADUL… Lucu-Lucu Dan Bikin Gemes…

Maret 2, 2021
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

2025 @ Majalah Kisah Nyata

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Jejak Nusantara
  • Konsultasi Nasib
  • Kolektor
  • Kuliner
  • Misteri
  • Tradisi Dan Budaya
  • Tosan Aji
  • Wisata
  • Peluang Usaha
  • Profil
  • Tafsir Mimpi
  • Lifestyle
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Ciber

2025 @ Majalah Kisah Nyata

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In