• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Selasa, Desember 16, 2025
Majalah Kisah Nyata
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • News
  • Jejak Nusantara
  • Konsultasi Nasib
  • Kolektor
  • Kuliner
  • Misteri
  • Tradisi Dan Budaya
  • Tosan Aji
  • Wisata
  • Peluang Usaha
  • Profil
  • Tafsir Mimpi
  • Lifestyle
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Ciber
  • Beranda
  • News
  • Jejak Nusantara
  • Konsultasi Nasib
  • Kolektor
  • Kuliner
  • Misteri
  • Tradisi Dan Budaya
  • Tosan Aji
  • Wisata
  • Peluang Usaha
  • Profil
  • Tafsir Mimpi
  • Lifestyle
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Ciber
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Jejak Nusantara

Fakta MEMALUKAN…Kota BUDAYA Solo Belum Punya GEDUNG KESENIAN Sendiri Sampai Sekarang…

admin by admin
Oktober 15, 2021
in Jejak Nusantara, Misteri, News, Tradisi Dan Budaya, Wisata
0
Fakta MEMALUKAN…Kota BUDAYA Solo Belum Punya GEDUNG KESENIAN Sendiri Sampai Sekarang…

GEDUNG WO SRIWEDARI HANYA BISA DIPAKAI SEBAGAI PERTUNJUKAN SENI WAYANG ORANG

491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Solo- Sejak era reformasi bergulir, perkembangan seni dan budaya di kota Solo, belum berkembang secara signifikan. Meskipun kepemimpinan kota Solo sudah berganti-ganti, tetap tidak menunjukkan kebijakan yang pro dengan budaya. Bukti yang sangat jelas dan nyata, kota Solo belum mempunyai gedung kesenian sendiri hingga sekarang. Bagaimana bisa terjadi?

Fakta ini tentu sangat mengagetkan. Bagaimana mungkin kota yang menyandang predikat sebagai kota budaya, justru tidak mempunyai gedung kesenian sendiri. Hal tersebut tentu sangat ironis. Dan yang jelas sangat memprihatinkan. Lalu bagaimana dengan gedung Wayang Orang Sriwedari atau gedung Kethoprak Balekambang?

READ ALSO

RITUAL WAJIB RAJA BARU KRATON SURAKARTA

PAKOE BOEWONO XIV TEMUI MBAH LEPO

[irp posts=”6144″ name=”Bikin KAGET…Makanan Para ASTRONOUT Dunia Ternyata DIBUAT Di Klaten…”]

“Gedung wayang orang atau gedung kethoprak yang sudah ada tersebut, bukanlah gedung kesenian dalam arti sebenarnya. Namun hanyalah gedung pertunjukan seni. Sehingga tidak bisa difungsikan sebagaimana gedung kesenian ideal pada umumnya,” ujar Dr. BRM. Kusuma Putra SH.MH (48), ketua dari yayasan Forum Budaya Mataram (FBM), dan juga ketua dari Lembaga Dewan Pemerhati dan Penyelamat Seni Budaya Indonesia (DPPSBI), saat ditemui kemarin (14/10/2021).

Karena, dalam prakteknya, memang gedung tersebut hanya dipakai sebagai pertunjukan khusus yang sangat spesifik. Yaitu seni kethoprak dan wayang orang. Meskipun masyarakat sanggar seni, atau seniman lain bisa memakainya, harus melalui prosedur yang sangat birokratis.

Dr. BRM Kusuma Putra SH,MH Ketua Yayasan FMB dan DPPSBI

Ditambah lagi, kondisi gedung pertunjukan tersebut juga jauh dari ideal. Apalagi kondisi gedung wayang Orang Sriwedari. Nasibnya sangat memprihatinkan. Jika turun hujan, akses jalan masuknnya tak ubahnya seperti kandang kerbau. Becek, penuh comberan, serta berbau tak sedap. Tentu sangat memalukan jika ada wisatawan dari luar Solo, terlebih wisatawan asing yang berkunjung ke sana.

“Bahkan jika melihat ke dalamnya, fasilitas pendukung pertunjukannya juga sudah usang dan uzur. Sehingga sudah tidak layak mengikuti perkembangan jaman. Ditambah lagi, letaknya kini juga masih dalam lahan sengketa yang tak jelas kapan berakhirnya,” katanya.

Mereka (wisatawan), tentu akan kaget jika melihat sendiri, bagaimana kondisi gedung pertunjukan seni di kota Solo. Kota yang selama ini sangat bangga, mengaku dirinya sebagai kota budaya. Kota sebagai punjering budaya Jawa.

Menurutnya yang dimaksud sebagai gedung kesenian adalah, gedung yang bisa dipakai untuk berlatih, berdiskusi, berkarya, melakukan pameran, pertunjukkan, hingga event-event seni, budaya, dan pariwisata yang lain secara luas. Sehingga seniman, pekerja seni, atau masyarakat umum kota Solo bisa dengan mudah memakainya sebagai fasilitas berkesenian mereka.

GEDUNG WO SRIWEDARI KONDISINYA MAKIN MERANA

Dengan begitu, semua lapisan masyarakat yang terkait dengan seni apa saja, bisa mengaksesnya dengan mudah. Tanpa harus melalui birokrasi yang berbelit-belit mereka bisa memakainya dengan lancar, nyaman, dan bebas sesuai dengan kegiatan berkesenian mereka. Termasuk disini pekerja seni rupa, seperti pelukis, pemahat, perajin, desain grafis, seniman busana, dll.

“Namun sayangnya, sampai saat ini justru kota Solo, belum memiliki Gedung khusus kesenian, sebagai Pusat Segala Kegiatan Seni dan Budaya sendiri,” lanjutnya masih dengan terheran-heran.

Malah gagasan tentang dibangunnnya gedung kesenian tersebut, sudah digaungkankan oleh pihaknya sejak tahun 2019 silam. Namun hingga saat ini, pemkot Solo lebih asyik membangun serta memoles semua fasilitas dan infrastruktur yang ada. Seperti gedung Balaikota, kantor kecamatan atau kalurahan, semua dibangun dengan sangat mewah.

Begitu pula dengan jalan-jalan kota, fly over, pasar, fasilitas kesehatan seperti rumah-sakit, puskesmas, klinik, semua dibangun dengan lebih modern dan mewah. Dari data yang ada, dana untuk membangun semua fasiltas tersebut, menghabiskan hingga beberapa milyar rupiah untuk satu titik bangunan.

KONDISI GEDUNG WAYANG ORANG SRIWEDARI YANG MAKIN MERANA

“Anehnya untuk membangun satu atau dua gedung kesenian saja di pusat kota, kok seperti eman-eman. Bahkan mungkin yang menjadi kekhawatiran kami, hal tersebut tidak ada dalam pikiran, atau setidaknya tidak masuk dalam grand design pembangunan kota,” ujarnya lagi.

Hal itu tentu sangat memprihatinkan. Dan membuat masyarakat yang sangat peduli, atau bersemangat untuk nguri-uri, atau melestarikan budayanya sendiri menjadi malu dengan kotanya sendiri.

Bagaimana mereka tidak malu. Saat ada tamu berkunjung, atau wisatawan berkunjung, dan bertanya tentang pusat berkesenian. Ternyata Solo tidak mempunyai tempat seperti yang mereka harapkan. Padahal jika sebuah gedung atau pusat kesenian sudah ada di kota Solo, hal tersebut akan menimbulkan multi efek yang sangat positif. Atau menguntungkan semua pihak.

“Sektor pariwisata, seni, budaya, tentu akan lebih hidup. Sehingga perekonomian juga akan semakin terangkat. Karena sektor UMKM juga pasti akan ikut terangkat, dengan dinamisnya denyut nadi kegiatan seni dan budaya di kota Solo,” paparnya lebih lanjut.

GENERASI MUDA PERLU MENGENAL BUDAYA SENDIRI

Jadi sudah seharusnya, bahkan wajib bagi kota Solo untuk mempunyai gedung kesenian sendiri. Gedung kesenian itu haruslah yang megah, dengan sarana dan prasarana yang lengkap. Juga dengan fasilitas yang modern dengan memadukan semua unsur seni, tradisi, dan budaya yang ada di kota Solo.

Baik seni tradisi peninggalan leluhur (kuno), ataupun seni dan tradisi kontemporer (modern). Ada ruang pameran, panggung, pentas latihan, serta ruang kegiatan berkesenian, atau budaya dari semua unsur seni dan semua lapisan masyarakat umum.

Saat ini, banyak sanggar seni di kota Solo, seperti sanggar tari tradisional, atau sanggar tari dan seni kreatif lainnya, kebingungan untuk melakukan aktivitas berkeseniannya. Mereka hanya bertahan, dan mengandalkan ruang berkesenian di tempat-tempat ala kadarnya. Jika sedang beruntung, memang bisa memakai gedung milik pemerintah sesekali atau dua kali saja.

“Suasana atau kondisi seperti itu, tentu sangat tidak menguntungkan bagi ruh kebudayaan kota Solo. Cepat atau lambat, jika generasi muda tidak mendapat akses yang mudah untuk berkesenian, mereka hanya bisa menjadi penikmat kebudayaan asing yang masuk. Kebudayaan asing cepat atau lambat akan menggerus kebudayaan bangsa sendiri, jika pondasi dari ruh budaya sendiri lemah. Terutama budaya yang diwariskan kepada generasi muda,” tutur Kusuma lagi.

SANGGAR SENI DI SOLO SEMAKIN KESULITAN MENCARI TEMPAT LATIHAN

Apabila Pemkot kota Solo tidak segera merealisasikannya (membuat gedung kesenian), sudah bisa dipastikan, masyarakat Solo pelan namun pasti akan meninggalkan budaya dan keseniannya sendiri. Mereka tentu akan lebih memilih seni dan pengaruh budaya dari luar (asing). Yang mungkin jauh lebih mudah diakses atau lebih gampang untuk diapresiasi.

“Jika hal tersebut benar-benar terjadi, akan berimbas pada kerapuhan ruh budaya warganya. Dalam skala yang lebih besar akan berimbas pada kejatuhan martabat suatu bangsa dan negara. Dan tentu saja, juga akan hancur dengan sendirinya sistem politik, ekonomi, dan budaya suatu bangsa, jika ruh budaya sendiri sudah ditinggalkan oleh masyarakat pemiliknya,” tuturnya dengan serius.

Dengan kata lain budaya merupakan benteng terakhir dari suatu identitas peradaban, martabat, dan kemajuan sebuah wilayah (kota/bangsa/negara). Pengalaman dari negara-negara yang sudah maju, mereka tak pernah sekalipun meninggalkan ruh budaya dan kebudayaannnya sendiri. Sehingga mereka selalu kuat meskipun arus budaya global dan dinamika jaman selalu menerpa.

Begitu pula sebaliknya, banyak negara yang saat ini hancur dan porak-poranda oleh perang. Karena wilayah-wilayah tersebut tak bisa menjaga keaslian dan kearifan lokal dari budayanya sendiri. Mereka hanya mengejar kepentingan ekonomi, materi, bahkan yang lebih parah hanya mengejar doktrin-doktrin ajaran baru (asing) yang sebenarnya belum tentu cocok jika diterapkan secara lurus di masyarakat komunitasnya.

WAYANG PAKELIRAN 130 METER DI SOLO

Melihat semua fakta dan paparan yang ada itu semua, tentu sangat miris jika membiarkan hal tersebut berlarut-larut tanpa sikap dan tindakan yang nyata. Seharusnya pemerintah bahu-membahu bersama masyarakat kembali bergerak cepat. Yaitu kembali menggeliatkan potensi seni dan budaya yang ada di kota Solo.

Sekali lagi, Solo harus membangun dan memiliki gedung keseniannya sendiri. Gedung kesenian yang megah, dan mewah dengan segala sarana dan prasarananya. Serta bisa diakses masyarakat dengan mudah. Bahkan mungkin secara gratis. Dengan cara itu, ikon Solo sebagai kota Budaya dan Punjering Budaya Jawa tidak gampang ditelan jaman. Dan yang lebih penting, warga kota Solo sendiri, bahkan mungkin warga dari luar kota Solo tidak gampang melupakan seni dan budaya daerah bangsanya sendiri.

“Budaya adalah suatu Gaya Hidup yang Berkembang dalam suatu Kelompok atau Masyarakat, dan Diwariskan secara Turun – temurun dari Generasi ke Generasi. Jadi jika bukan masyarakat Solo sendiri yang didukung oleh pemerintah (negara), lantas siapa lagi yang akan kita andalkan untuk membangun benteng budaya kita yang tercinta, dan tak ternilai harganya ini,” katanya masih dengan nada prihatin.

Lha wong pengusaha hotel dan toko modern, yang merupakan pengusaha swasta saja mampu beli kok lahan luas di tengah kota. Masak pemerintah sendiri tidak mampu beli. Seharusnya mereka malu dong.

KOLABORASI SENI TARI DAN DRAMA KOLOSAL BUTUH PANGGUNG REPRESENTATIF

Sebagai penguasa daerah, namun kalah oleh swasta. Jadi seharusnya jika ada niat, tentu dengan gampang pemerintah kota mewujudkan hal tersebut. Yaitu membangun gedung kesenian di tengah atau pusat kota Solo. Namun jika tak ada niat, ya sudah mereka seharusnya tidak layak memimpin dan mengatur kota Solo sebagai kota Budaya. Solo butuh pemimpin dan pemerintahan yang kebijakannya harus selalu pro budayanya sendiri.

Untuk kegiatan nguri-nguri budaya, pemerintah jangan sekali-sekali memakai manajemen hitung-hitungan. Berapapun anggaran yang dibutuhkan harus bisa dikucurkan. Hal ini sangat penting. Karena budaya yang meliputi seni dan semua tradisi yang menyertainya, akan selalu mengibarkan bendera kearifan lokal. Dan menjadi benteng terakhir dari kekuatan bangsa dan negeri Indonesia tercinta.

“Pemerintah, baik Pemerintah Daerah, Provinsi, maupun Pemerintah Pusat, jangan terlalu ribet, dan banyak prosedur dalam rangka mendukung pelestarian budaya bangsanya sendiri,” tambahnya lagi.

[irp posts=”6144″ name=”Bikin KAGET…Makanan Para ASTRONOUT Dunia Ternyata DIBUAT Di Klaten…”]

Semoga saja, harapan warga Solo dan para seniman, serta budayawan untuk memiliki gedung kesenian yang megah dan mewah segera terwujud. Gedung yang lengkap akan semua fasilitas berkesenian tanpa kecuali. Gedung yang bisa dipakai warga dengan gratis.

Gedung yang dikelola secara profesional. Gedung yang pemakaiannya tidak ribet, dan bebas dari belenggu birokrasi dan perijinan. Dengan begitu, kearifan lokal yang dibawa oleh budaya kota Solo, akan selalu terjaga dan abadi selamanya. Dan rakyat kota Solo akan selalu bangga. Bangga dengan kotanya sendiri. Serta bangga dengan pemimpin dan pemerintahan yang menaunginya. (Dia)

sumber: http://majalahkisahnyata.com/

Tags: DPPSBIFORUM BUDAYA MATARAMGEDUNG KESENIAN SOLOGEDUNG WAYANG ORANGKEBIJAKAN PEMKOT SOLOKOTA BUDAYA SOLOKUSUMO PUTRO

Related Posts

RITUAL WAJIB RAJA BARU KRATON SURAKARTA
Misteri

RITUAL WAJIB RAJA BARU KRATON SURAKARTA

Desember 14, 2025
PAKOE BOEWONO XIV TEMUI MBAH LEPO
Misteri

PAKOE BOEWONO XIV TEMUI MBAH LEPO

Desember 14, 2025
PEDULI KORBAN BENCANA SUMUT
News

PEDULI KORBAN BENCANA SUMUT

Desember 8, 2025
TANAMKAN JIWA NASIONALISME, PULUHAN  WANITA KENES KUNJUNGI TMP KUSUMA BHAKTI
Jejak Nusantara

TANAMKAN JIWA NASIONALISME, PULUHAN WANITA KENES KUNJUNGI TMP KUSUMA BHAKTI

November 12, 2025
INILAH SOSOK UNDANGAN PENTING YANG BAKAL HADIR DALAM JUMENENGAN PB XIV
Jejak Nusantara

INILAH SOSOK UNDANGAN PENTING YANG BAKAL HADIR DALAM JUMENENGAN PB XIV

November 12, 2025
MERINDING, PUTRA MAHKOTA KRATON SOLO AMBIL SUMPAH HANGLINTIR KAPRABON DI HADAPAN PUBLIK !
Jejak Nusantara

MERINDING, PUTRA MAHKOTA KRATON SOLO AMBIL SUMPAH HANGLINTIR KAPRABON DI HADAPAN PUBLIK !

November 5, 2025

POPULAR NEWS

TABURAN SAWI DAN DAGINGNYA BIKIN LAPER

MIE MANGKOK JOSWI… Peluang Kuliner Akibat Korban Politik, NANANG : Rasanya Joss Bikin Ketagihan…

Maret 1, 2021
Parade Nusantara Bahas Perpu No.1 Tahun 2020

PERPU No.1 Tahun 2020… Makan Tumbal Dana Desa…

Maret 13, 2021
RUANGAN PENDAPA LIMASAN DEPAN NDALEM KEMASAN

MISTERI NDALEM KEMASAN… Yang Pernah Dihuni Oleh Permaisuri Raja Paku Buwono VI Surakarta

Maret 2, 2021
KOMISARIS UTAMA-BRM KUSUMO PUTRO SH MH SAAT POTONG TUMPENG TANDAI PERESMIAN KANTOR PT BAYONET MERAH PUTIH YOGYA

SOLID, LOYAL, DAN PROFESIONAL… BAYONET MERAH PUTIH Cabang Yogya… Siap Bantu Masyarakat Layani Multi Jasa

Maret 2, 2021
Eyang Semar Muncul Di Merapi…Virus Corona Bakal Sirna?

Eyang Semar Muncul Di Merapi…Virus Corona Bakal Sirna?

Maret 13, 2021

EDITOR'S PICK

MANTAP, KADES JETISWETAN PIMPIN KARNAVAL 17-AN BAK KOMANDAN KAVALERI, BIKIN WARGA JADI HISTERIS…

MANTAP, KADES JETISWETAN PIMPIN KARNAVAL 17-AN BAK KOMANDAN KAVALERI, BIKIN WARGA JADI HISTERIS…

Agustus 29, 2024
PATUNG BUNDA MARIA YANG BARU DI GUA MARIA TAWANGMANGU

SANGGARAN UANG RUPIAH… Di Gua Maria Tawangmangu

Maret 3, 2021
Kunjungi Desa Jogoboyo, Bupati Purworejo Rehab Rumah Mbah Sugiyati

Kunjungi Desa Jogoboyo, Bupati Purworejo Rehab Rumah Mbah Sugiyati

Januari 29, 2020
Wedangan Ngisor Pelem,  Sensasi Nasi Kucing dan Kopi Robusta….

Wedangan Ngisor Pelem, Sensasi Nasi Kucing dan Kopi Robusta….

Agustus 4, 2021
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

2025 @ Majalah Kisah Nyata

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Jejak Nusantara
  • Konsultasi Nasib
  • Kolektor
  • Kuliner
  • Misteri
  • Tradisi Dan Budaya
  • Tosan Aji
  • Wisata
  • Peluang Usaha
  • Profil
  • Tafsir Mimpi
  • Lifestyle
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Ciber

2025 @ Majalah Kisah Nyata

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In