Pilih JUDUL Desertasi Paling ORISINAL Dari 465 lulusan Doktor Unissula…Pria Ini Lulus Ujian Dengan Predikat CUMLAUDE…

Dr. BRM KUSUMA PUTRA SH MH RAIH GELAR DOKTOR ILMU HUKUM

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Jateng– Setelah berjuang sekian lama, BRM Kusuma Putra SH,MH (48), akhirnya berhasil meraih gelar doktor (S3) dalam bidang ilmu Hukum. Hebatnya lagi, pria ini juga berhasil meraih predikat terbaik atau Cum Laud dalam kelulusan ujian Desertasinya. Seperti apa judul desertasinya?

“Judul Desertasi yang saya ambil, benar-benar sangat orisinil. Belum pernah ada mahasiswa S3 yang membuatnya,” ujar pria yang kini juga berhak menyandang gelar Dr. BRM Kusuma Putra SH,MH., di sela-sela kebahagiaannya, setelah dirinya dinyatakan lulus dengan predikat terbaik pada hari Jumat kemarin (17/09/2021).

REKONTRUKSI PELAKSANAAN SISTEM PENGAWASAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN YANG BERBASIS NILAI KEADILAN”

Itulah judul desertasi yang diambilnya. Judul tersebut sekilas simple dan tidak terlalu panjang. Namun dibalik kesederhanaan judul itu, justru termuat banyak hal keilmuan akademis yang sangat padat. Khususnya terkait dengan nilai-nilai hukum atau ilmu hukum, yang teraplikasikan dengan perkembangan organisasi masyarakat sekarang ini.

Dr. BRM KUSUMA PUTRA SH MH-SAAT PRESENTASIKAN DESERTASINYA

Latar Belakang pemilihan judulnya tersebut, sebenarnya juga sangat sederhana. Yaitu melihat Negara Indonesia adalah Negara Demokrasi. Sehingga kebebasan berkumpul dan menyampaikan pendapat, dilindungi oleh Undang-Undang. Termasuk kebebasan membentuk organisasi kemasyarakatan (ormas).

“Namun pada prakteknya, pengawasan terhadap organisasi kemasyarakatan dewasa ini belumlah efektif. Padahal jumlah ormas di Indonesia ada ribuan. Hal ini bisa dilihat dengan semakin maraknya gerakan radikal (ekstrimis) yang berkedok organisasi kemasyarakatan,” tegas Kusuma Putra.

Sehingga menurut Kusuma, perlu kiranya dibahas terkait rekontruksi pelaksanaan sistem pengawasan organisasi kemasyarakatan yang berbasis nilai keadilan. Itulah yang membuat diri Kusuma, akhirnya memilih judul Disertasi seperti di atas.

Judul itu benar-benar sangat orisinal. Mengingat sebagian besar lulusan Doktor jurusan Hukum Unsissula dewasa ini (465 lulusan), tentu lebih gampang memilih kasus/tema seperti Narkoba, ilegal logging, kekerasan terhadap anak, agraria, disiplin PNS, Dana Desa, dll. Atau kalaupun terkait membedah organisasi, lebih nyaman memilih Organisasi Politik (orpol).

Dr. BRM KUSUMA PUTRA SH MH MENGHADAPI TUJUH DOSEN PENGUJI SISTEM TATAP MUKA DAN DARING

Karena Ormas jauh lebih luas daripada sekedar organisasi politik. Sehingga proses pengumpulan data dan metode penelitian tentu juga jauh lebih sulit. Bahkan Kusuma Putra mengaku, untuk mendapatkan referensi sumber data dari buku-bukunya, atau referensi dari sumber lain juga sangat sulit. Namun dengan semangat yang tak pernah kendor, semua proses tersebut bisa dilaluinya dengan sukses.

Dari jumlah 465 lulusan Doktor Unissula, Desertasi Kusuma merupakan desertasi pertama, dan yang pernah dibuat oleh mahasiswa PDIH Unissula, yang membedah tentang ormas. Ini sebagai bukti, bahwa Desertasi milik Kusuma Putra benar-benar dari buah pemikirannya sendiri. Atau dengan kata lain, sama sekali tidak menjiplak karya (desertasi orang lain.

“Saya berharap, dengan desertasi saya ini, bisa memberikan masukan kepada pemerintah, terkait pengawasan ormas yang berkeadilan. walaupun saat ini undang-undang tentang ormas sudah ada. Namun dengan desertasi ini, semoga bisa lebih memberikan tambahan untuk menyempurnakan Undang-undang ormas yang sudah ada. Sehingga pengawasan bisa lebih maksimal dan lebih berkeadilan. Sehingga tidak mencederai satu dengan lainnya. sehingga semua bisa merasakan keadilan,” tutur Kusuma Putra.

Tak Tanggung-tanggung, dalam desertasinya ia menggunakan perbandingan Undang-undang ormas dengan tiga negara asing. Yaitu Belanda, Amerika, dan Malaysia.

Alasannya, Belanda dianggap pernah meninggalkan jejak dalam pembentukan Struktur Hukum terkait Undang-undang di masa pemeritahan Kolonial dulu di Indonesia. Sementara Amerika dianggap mempunyai Hukum yang lebih maju dan modern. Serta terbukti berhasil menerapkan perlindungan HAM bagi masyarakat. termasuk hak mendirikan ormas.

Dr. BRM KUSUMA PUTRA SH MH PILIH JUDUL DESERTASI PALING ORISINAL

Sedangkan Negara Malaysia dianggap memiliki kesamaan nilai-nilai sosial dan budaya dengan Indonesia. Sementara Kusuma Putra menggunakan Tiga teori. yaitu Teori Keadilan Pancasila sebagai Grand Theory, Teori Sistem Hukum sebagai Middle Ranged Theory, serta Teori Negara Hukum sebagai Aplied theory. Sehingga desertasi Kusuma Putra diharap bisa melengkapi dan menyempurnakan Undang-undang yang sudah ada. Sehingga nanti ada formula-formula baru, yang memunculkan Undang-undang baru.

Sehingga ada pembaharuan Hukum dalam pengawasan ormas di Indonesia yang selama ini dianggap kurang maksimal. Selain itu juga perlu pendidikan terkait SDM dalam ormas, terkait dengan pendirian ormas itu sendiri yang sesuai dengan tujuan dan ideologi bangsa dan negara Indonesia.

Kusuma Putra yang juga ketua umum dari LSM LAPAAN RI Jawa Tengah, sangat tahu persis bagaimana sebuah organisasi dalam masyarakat berdiri, dan berkembang. Sehingga nuraninya tergugah untuk menggali semua aspek terkait organisasi masyarakat, terutama pengawasannya yang berbasis dengan nilai-nilai keadilan.

Bahkan selain dikenal sebagai Ketua Umum dari LSM Lapaan RI Jateng, Kusuma Putra juga aktif dalam Yayasan Forum Budaya Mataram/FBM (Sebagai Ketua Umum), Dewan Pemerhati dan Penyelamat Seni Budaya Indonesia Jateng/DPPSBI (Ketua Umum), Organisasi Advokat PERADI Sukoharjo (Pengurus), Forum Komunitas Masyarakat Sriwedari (Penasehat), HIMTANI Kota Surakarta (Penasehat), dan seabreg posisi lain di berbagai organisasi masyarakat.

Dr. BRM KUSUMA PUTRA SH MH RAIH GELAR DOKTOR ILMU HUKUM

Dr.BRM Kusuma Putra, SH, MH dinyatakan berhasil meraih gelar promosi doktor (S3) Ilmu Hukum dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, di Gedung Assyafie Lantai 2 Fakultas Hukum Unissula, Jumat, (17/9/2021).

Kusuma Putra yang dikenal sebagai tokoh Pemuda dan Masyarakat kota Surakarta ini, dinyatakan lulus dan berhasil meraih predikat terbaik. Usai menyampaikan disertasi di depan para penguji dan meraih gelar doktor, ia mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya.

“Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan disertasi dan meraih promosi doktor ini. Semua berkat dukungan dari promotor, co promotor, keluarga, sahabat, rekan kerja, dan seluruh keluarga besar saya, yang senantiasa memberi dukungan dan semangat tulus yang tiada henti. Juga tak lupa terima-kasih kepada tim penguji yang memberi masukan dan motivasi,” ucapnya dengan rasa senang dan syukur.

Aktivitas akademis di kampus Unissula Semarang sendiri, tetap berjalan meskipun di masa Pandemi-19. Bahkan pelaksanaan ujian juga tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Meskipun begitu, sistem daring tetap diberlakukan. Hal itu untuk mencegah penularan virus-19 yang kini semakin menurun.

Termasuk ujian promosi doktor yang dihadapi Kusuma Putra. Dalam ujian tersebut, ia diuji oleh tujuh dosen penguji. Yaitu dosen dari lintas Universitas, baik negeri maupun swasta yang ada di Indonesia. dimana tiga dosen penguji dengan cara tatap muka langsung. Dan empat dosen penguji lainnya dengan cara daring. Dan dinyatakan lulus dengan nilai yang sangat baik. yaitu 3,8 atau masuk kategori cumloude.

Dengan kelulusannya tersebut, Kusuma Putra menjadi lulusan Doktor ke-465 di Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Menurut rencana, upacara wisuda Doktor tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 25 September 2021 mendatang di Kampus Unissula Semarang.

“Alhamdulilah, mulai hari ini saya telah berhak menyandang Gelar DOKTOR ILMU HUKUM,” tegas Kusuma yang tak bisa menyembunyikan rasa senangnya.

Ia sekali lagi mengucapkan terima-kasih atas segala kebaikan, doa, dan dukungan yang tulus dari semua pihak yang tekah diberikan kepadanya. Sehingga gelar DOKTOR ILMU HUKUM dapat diraihnya. Karena hal itu sudah menjadi impiannya selama ini. (Dia)

Sumber: www.majalahkisahnyata.com

Sejarah Kesadaran Berdaulat… Dalam Politik Bersama Partai Perkasa…

Oleh: Dwi Cahyono (Aktifis Peduli Desa Indonesia dari Parade Nusantara)  MAJALAHKISAHNYATA.COM, Sukoharjo: Jauh sebelum merdekanya BACA LEBIH LANJUT.......

Begini Penampaan Terkini Pasukan Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad…

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Sukoharjo: Puluhan mesin perang unjuk kekuatan dalam Parade Defile pada hari Selasa kemarin (28/06/2022). BACA LEBIH LANJUT.......

UMKM WITPARI Karanganyar…Siap Melesat Bersama Universitas Surakarta…

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Karanganyar: fakta mengatakan, bahwa manusia adalah makhluk sosial. Sehingga butuh interaksi dan kerja-sama dengan BACA LEBIH LANJUT.......

AKSI Demo PERTAMA di Indonesia… Aliansi Warga Solo-Dukung DOB di Papua.. Ini Alasannya…

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Solo: 200-an peserta aksi demo memadati pintu gerbang DPRD Solo pada hari Kamis kemarin BACA LEBIH LANJUT.......

Ternyata Inilah Fakta Sejarah…Dibalik Pengukuhan Nasi Liwet Sebagai Ikon Kuliner Kota Solo..

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Solo: Sekitar 1000 pincuk lebih, berisi nasi liwet dibagikan secara gratis kepada masyarakat kota BACA LEBIH LANJUT.......

Senopati Mataram… Siap Kawal dan Jaga Tradisi Adat Budaya Nusantara…

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Solo: Hidangan soto segar dan atraksi kesenian Reog, disajikan dalam sebuah acara Halal-Bihalal di BACA LEBIH LANJUT.......

About admin 304 Articles
Mapag Pedhut

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*