Inilah Alasan MISTIS, Kenapa Kraton SURAKARTA Batal BERDIRI di Sekitar BEKONANG…

Sendang Pancuran Pitu di Demakan Bekonang Sukoharjo Jadi Jujugan Spiritualis

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Solo– Pada tanggal 17 Februari 1745 (Masehi), Kraton Kartosuro pindah ke desa Sala. Atau sekarang dikenal dengan Kraton Surakarta. Namun jauh sebelum peristiwa tersebut, banyak spiritual kraton yang melakukan jajak wilayah. Atau semacam survey tempat.

Mereka mencari lahan baru, untuk mendirikan bangunan kraton pindahan dari Kartosuro. Salah satu tempat yang dianggap cukup layak adalah di desa Demakan, Mojolaban, Bekonang, Sukoharjo, Jateng.

Karena wilayah tersebut sangat memenuhi syarat. Terutama tersedianya sumber mata air sebagai jaminan kehidupan. Bahkan di sana ada tempat yang dikenal dengan tujuh sumber mata air. Sumber itu tak pernah kering sepanjang tahun.

Namun mengapa akhirnya kraton baru tidak jadi dibangun di sana? Justru akhirnya Sinuwun Paku Buwono II, malah memilih tempat di desa Sala atau Surakarta. Ternyata ada banyak faktor yang mempengaruhi. Salah satunya adalah faktor mistis yang sangat dihormati oleh para leluhur pemimpin Kraton Mataram.

Beberapa Tokoh Spiritualis Berkumpul di Sini

“Benar sekali, berdasarkan bisikan gaib arwah para leluhur, ada banyak faktor mistis yang mempengaruhi Kraton Surakarta tidak jadi dibangun di wilayah Bekonang sini,” tutur Harsono, seorang spiritualis Jawa, saat ditemui di sela-sela Upacara Wilujengan Tutup Suran di Komplek Sendang Pancuran Tujuh, Demakan, Mojolaban, Bekonang, Rabu Malam kemarin (08/09/2021).

Menurut Harsono, meskipun secara geografis lokasi desa sekitar Demakan dan Bekonang sangat memenuhi syarat. Namun secara spiritual sangat tidak layak. Bahkan jikapun dipaksakan dibangun kraton, diramalkan Kraton yang baru nanti tidak akan bertahan lebih dari lima tahun.

Mengingat saran para kerabat dan ahli spiritual Kraton pada waktu itu, akhirnya Raja Paku Buwono II pun, memilih alternatif tempat yang kedua. Yaitu di desa Sala. Di desa Sala, secara mistis dan pandangan spiritualis, sangat layak dan mendukung sekali.

KUSUMO PUTRO (KANAN) DARI YAYASAN FORUM BUDAYA MATARAM

Hingga sekarang terbukti, menjadi wilayah Surakarta yang megah, dan berkembang. Bahkan sangat dikenal di seluruh dunia sebagai kota budaya dan pariwisata. Kraton Surakarta sendiri, juga masih berdiri dengan megah sampai di abad modern sekarang. Meskipun fungsi kraton saat ini hanya sebagai pamangku adat dan budaya saja.

“Padahal waktu dibangun pertama kali, wilayah Sala masih berupa hutan dan rawa-rawa. Bahkan untuk menjadikan lahan yang rata, harus menguruk dengan tanah hingga berbulan-bulan lamanya,” tutur Harsono lagi.

Dan terbukti, meskipun perlu perjuangan panjang, bahkan dalam perjalananya sempat terbakar beberapa kali. Tetap saja Kraton Surakarta awet hingga sekarang. Lalu faktor mistis apa saja, yang menyebabkan kraton Surakarta tak jadi dibangun di desa Demakan Bekonang?

Spiritualis Harsono dan Ki Dalang Pahang Sunarto

Dari penerawangan Harsono, ada ribuan roh, jin, dan makluk halus yang menghuni wilayah desa Demakan dan sekitarnya sejak lama. Dan kekuatan gaib mereka juga sangat kuat, bahkan tidak main-main. Tidak heran banyak tokoh-tokoh sakti keturunan dari Majapahit, Demak, Pajang, Kartosuro, Hingga Surakarta melakukan olah spiritual di wilayah desa Demakan. Dan para leluhur tersebut juga sepakat menolak bedirinya kraton di wilayah rimur sungai Bengawan Solo.

Nah salah satu tempat, yang dianggap menjadi pusat berkumpulnya birokrasi para makluk halus tersebut adalah di Sendang Tujuh Pancuran. Selain itu juga ada tempat yang dikenal sebagai jawaranya para roh halus. Yaitu di dusun Wirun, atau sekitar 1 km arah ke barat dari pasar Bekonang (sekarang). Sekarang tempat tersebut didirikan Pesanggrahan Sonosewu.

Wilayah Sonosewu,dulunya juga menjadi alternatif lahan untuk membuat Kraton baru Surakarta. Itulah mengapa masyarakat yang masih percaya dengan kekuatan gaib di sana sampai sekarang mendirikan pesanggrahan Sonosewu.

“Uniknya mereka (juga berorganisasi, atau mempunyai sistem pemimpin dan demokrasi sendiri,” lanjut Harsono lagi.

Nah dalam merespon rencana pembangunan Kraton Mataram baru tersebut, mereka dengan kompak mengatakan menolak. Hal itu berdasar pertimbangan, untuk kebaikan dan perkembangan Kraton sendiri ke depannya. Mereka menganggap Mataram tidak cocok jika nekad membangun kraton baru di wilayah mereka (Demakan).

Laku Tutup Suran Sangat Ampuh Tebalkan Kekuatan SPiritual

Alhasil, para wakil-wakil roh halus ini pun menyampaikan hasil rapat mereka kepada para spiritualis Kraton di waktu itu. Tentunya mereka menyampaikan dalam proses meditasi atau tapa bratanya para spiritualis utusan Kraton Mataram tersebut.

Dan untungnya, pihak Kraton tidak keras kepala. Bahkan langsung menyetujui untuk segera memindahkan Kraton ke desa Sala, sebagai alternatif keduanya. Namun sampai saat ini, wilayah Desa Wirun dan Demakan di Bekonang, tetap dianggap sebagai basis kerajaan jawara-jawara makluk halus. Sehingga masih banyak yang mencari kekuatan spiritual di wilayah itu.

“Termasuk di komplek Sendang Pancuran Tujuh ini, saya sendiri pun yakin, masih menyimpan kekuatan mistis yang sangat dasyat. Jika kita sebagai manusia mampu mengolahnya dengan bijak, tentu akan menghasilkan kebaikan-kebaikan dalam hidup manusia,” terangnya.

Para Pecinta Spiritual Jawa Saat Selesai Upacara Tutup Suran

Untuk itulah dalam melakukan laku prihatin di akhir bulan Suro, Sendang Tujuh Pancuran, juga dipakai sebagai sarana untuk menarik semua energi positif. Sehingga bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Dalam acara wilujengan Tutup Suran itu, Harsono memimpin Komunitas Jangkrat Putra Jawa Dwipa. Yaitu upacara ritual untuk sederetan doa dan harapan. Ritual selamatan dan laku prihatin, di akhir bulan Suro, dipercaya sangat ampuh untuk mengabulkan doa-doa dan harapan baik yang diungkapkan dengan tulus.

Tak heran setelah acara berdoa, banyak yang melakukan laku mandi malam di sendang. Mereka melakukan ritual ngalap berkah, untuk beragam keinginan. Seperti  drajad dan pangkat. Dan berharap kehidupan mereka akan lebih baik di waktu-waktu selanjutnya.

Suasana Ritual Tutup Suran Sendang Pancuran Tujuh

Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh para budayawan, paguyuban dhalang, tokoh-tokoh spiritualis, juga masyarakat umum pecinta nilai-nilai luhur budaya Jawa. Bahkan Ketua Yayasan Forum Budaya Mataram, yaitu BRM Kusumo Putro SH, MH, juga ikut hadir dalam acara tersebut.

“Kami dari Yayasan Forum Budaya Mataram, sangat mengapresiasi penuh acara ini. Bagi kami, acara seperti ini sangat luhur dan banyak mengandung nilai-nilai positif,” terang Kusumo Putro di sela-sela acara tersebut.

Menurut Kusumo, dengan upacara selamatan dan laku prihatin di akhir bulan Suro, bisa lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Dan yang lebih penting, adalah nguri-uri atau melestarikan nilai-nilai kearifan lokal.

Suasana Tutup Suran di Sendang Tujuh Pancuran

Kearifan lokal banyak tersimpan dalam upacara-upacara tradisi, seperti Wilujengan Tutup Suran tersebut. Dengan kearifan lokal, tentu lebih cocok dan mengena, terutama dalam memahami, sekaligus menyelesaikan masalah kehidupan manusia sehari-hari.

“Selain itu juga bisa mempromosikan, aset budaya dan wisata lokal di sini. Apalagi Sendang Tujuh Pancuran mulai dikenal sebagai wisata religi atau spiritual belakangan ini,” ujar Kusumo sebelum acara berakhir sekitar pukul 01.00 dinihari. (Med)

Sumber: www.majalahkisahnyata.com

Misteri Bambu SAMBUNG ROGO COMBONG – KURUNG DAMAR MURUB PITU Dari Kampung Trah Kalang- Kisah Perburuan Bambu Bertuah (Ngaji Deling III)

Kesunyian kampungnya trah kalang, siang itu terjawab di tulisan Kulturasi Spirit dan Budaya ini.

INILAH RAHASIA BAMBU KENDIT NIRMALA JATI YANG DIJAGA 5 ULAR GADUNG LUWUK – Kisah Perburuan Bambu Bertuah (Ngaji Deling II)

Selesai berdoa, kuamati rumpun sebelah barat. Dan kutemukan satu batang miring kecil, seukuran jempol kaki. BACA LEBIH LANJUT.......

MISTERI BUMI ARUM MAJASTO… Aroma Wangi dari Liang Kubur 0,5 Meter

MAJALAHKISAHNYATA.COM, SUKOHARJO: Di sebuah bukit di Pegunungan Kendeng Kidul, Desa Majasto, Tawangsari, Sukoharjo, Jateng, terdapat BACA LEBIH LANJUT.......

SABETAN SEKSI… Dalang Cewek Wayang Kulit…

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Sukoharjo: Secara umum, seni pertunjukan wayang kulit selama ini didominasi kaum lelaki, terutama pada BACA LEBIH LANJUT.......

Pengrajin Topeng Klasik dari Desa Jatisobo

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Sukoharjo:  Di wilayah eks-karesidenan Surakarta atau yang kini akrab disebut Solo Raya terdapat seorang BACA LEBIH LANJUT.......

About admin 304 Articles
Mapag Pedhut

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*