• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Selasa, Desember 16, 2025
Majalah Kisah Nyata
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • News
  • Jejak Nusantara
  • Konsultasi Nasib
  • Kolektor
  • Kuliner
  • Misteri
  • Tradisi Dan Budaya
  • Tosan Aji
  • Wisata
  • Peluang Usaha
  • Profil
  • Tafsir Mimpi
  • Lifestyle
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Ciber
  • Beranda
  • News
  • Jejak Nusantara
  • Konsultasi Nasib
  • Kolektor
  • Kuliner
  • Misteri
  • Tradisi Dan Budaya
  • Tosan Aji
  • Wisata
  • Peluang Usaha
  • Profil
  • Tafsir Mimpi
  • Lifestyle
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Ciber
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home News

RELAWAN COVID MINIM FASILITAS… LSM LAPAAN RI JATENG : Negara Harus Hadir Jangan Biarkan Relawan Berjuang Sendirian…

admin by admin
Juli 12, 2021
in News, Profil
0
RELAWAN COVID MINIM FASILITAS… LSM LAPAAN RI JATENG : Negara Harus Hadir Jangan Biarkan Relawan Berjuang Sendirian…

Alun-alun Kidul Kota Solo Ditutup Selama Masa PPKM 03-20 Juli 2021jpg

491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Surakarta– Jauh sebelum Presiden Jokowi menyampaikan himbauan, agar masyarakat menjadi relawan covid-19, sebenarnya sudah banyak relawan yang muncul selama pandemi. Mulai sopir ambulan, pengawal jenazah covid, pengangkat jenazah covid, penggali kubur, penyemprot disinfektan, hingga tim jaga tonggo yang populer khussnya di wilayah Jawa Tengah. Namun apakah perlengkapan para relawan tersebut sudah memenuhi standar kesehatan?

Praktek di lapangan, ternyata sangat memprihatinkan. Banyak tenaga relawan, ternyata hanya menggunakan fasilitas yang sangat minimalis. Sehingga relawan-relawan garda terdepan dalam perang corona itu, sangat berisiko tinggi menjadi korban keganasan dari covid-19 itu sendiri.

READ ALSO

RITUAL WAJIB RAJA BARU KRATON SURAKARTA

PAKOE BOEWONO XIV TEMUI MBAH LEPO

Kerja relawan memang didasarkan atas kesadaran sendiri, serta panggilan jiwa kemanusiaan. Namun jika faktanya seperti itu, sungguh nasib para relawan, seperti di ujung tanduk. Mereka yang tidak mengharap imbalan, medali, pujian, ataupun penghargaan lain, cepat atau lambat akan menjadi tumbal. Dan dilupakan banyak orang. Lalu bagaimana tanggung-jawab serta apresiasi dari pemerintah atas kinerja relawan tersebut?

Para Relawan Target Makam Haji di TPU Pracimaloyo

”Sampai hari ini, saya menyaksikan sendiri bahwa fasilitas atau perlengkapan yang dipakai para relawan sangatlah jauh dari memadai,” tegas BRM Kusumo Putro SH MH (48), seorang tokoh penggiat sosial masayarakat Surakarta yang juga menjadi ketua dari LSM LAPAAN RI JATENG pada Minggu kemarin (11/07/2021).

Hal tersebut disampaikannya berdasar dari pengalamannya sendiri. Yaitu saat salah seorang saudaranya dimakamkan beberapa waktu lalu. Selama masa pandemi terakhir sekarang, memang sudah menjadi hal yang lumrah. Dimana jenazah yang dimakamkan, baik akibat positif covid ataupun tidak, wajib dimakamkan sesuai standar prokes (protokol kesehatan).

“Sehingga saat dimandikan, petugas atau orang yang memandikannya, wajib memakai perlengkapan atau baju APD (Alat Pelindung Diri), lengkap sesuai standar prokes,” lanjutnya saat ditemui di rumahnya di kampung Gandekan, Solo.

Diceritakannya, saat itu disepakati bahwa orang yang akan memandikan jenazah, adalah warga yang tergabung dalam Tim Jaga Tonggo di kampungnya. Namun anehnya, saat relawan hendak bekerja, justru tidak mempunyai pakaian APD standar yang dimaksud. Sehingga harus meminjam ke pihak-pihak terkait (pemerintah Kalurahan dan Kecamatan). Dan setelah selesai wajib dikembalikan.

KEGIATAN RUTIN TIM JAGA TANGGA GANDEKAN

Nah dari peristiwa kecil tersebut tentu menjadi sebuah hal yang menjadi keprihatinan besar. Bagaimana mungkin relawan yang bekerja tanpa mengharap imbalan seperserpun, ternyata tidak mempunyai perlengkapan sendiri yang ready setiap saat dibutuhkan. Karena bukan tidak mungkin, ribuan relawan, atau bahkan mungkin jutaan relawan lain di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah Jawa dan Bali  juga mengalami hal yang sama.

“Selain relawan Jaga Tonggo yang minim fasilitas, saya juga melihat sendiri relawan di bagian pemakaman juga tidak mendapat, atau tidak memakai pakaian APD yang standar. Sehingga saya tidak habis pikir. Bagaimana mungkin mereka yang bekerja tanpa pamrih justru luput dari perhatian pihak berwenang,” tutur Kusumo penuh keprihatinan.

Apalagi, sesuai standar kesehatan, pakaian APD harus lengkap. Mulai sepatu bot, baju hazmat, kaos tangan, hingga masker penutup dan face shield wajah. Namun yang terjadi di lapangan, banyak relawan hanya memakai sebagian dari kelengkapan standar tersebut. Misalnya hanya memakai baju APD tanpa sepatu dan kaos tangan yang standar. Atau bahkan banyak yang hanya memakai masker saja tanpa baju APD.

RUMAH KARANGTINA TIM JAGA TANGGA GANDEKAN

Bahkan yang lebih ironis, ada juga yang memang terlihat memakai baju APD. Namun jika melihat kualitas baju hazmat tersebut, hanyalah kualitas abal-abal. Bayangkan saja harga resmi baju hazmat yang standar bisa sekitar Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu untuk satu setnya. Sementara harga baju yang dipakai relawan seringkali hanya berkisar Rp 17 ribu hingga Rp 25 ribu saja.

“Harga baju yang sangat murah itu, malah mirip baju plastik atau jas hujan seperti mantol portabel yang banyak dijual di pinggir jalan di kala musim hujan datang,” ungkap Kusumo yang mengaku, juga pernah ditawari baju APD dengan harga dan kualitas murahan tersebut.

Ada satu hal lagi, dimana standar baju APD secara umum hanyalah dipakai sekali. Atau harus dibuang jika sudah dipakai bertugas. Namun banyak relawan yang terpaksa mencuci ulang baju-baju APD karena keterbatasan sumber dana.

Dengan kenyataan itu, tentulah nasib dan perjuangan para relawan seperti benar-benar tidak mendapat jaminan keamanan sama sekali. Dengan adanya para relawan itu, seharusnya pemerintah sangat berterima-kasih dengan kehadiran mereka. Tanpa adanya mereka belum tentu beban pandemi bisa terkurangi dengan lancar.

BRM KUSUMO PUTRO SH MH-KETUA LSM LAPAAN RI JATENG & TOKOH MASYARAKAT SOLO

Terbukti para relawanlah yang selama ini melakukan banyak tugas, yang seharusnya menjadi tugas para nakes (tenaga kesehatan), atau menjadi tugas dari aparat atau pihak resmi lainnya.

“Sehingga sudah sepatutnya, dan mau tidak mau negara harus hadir demi menyelamatkan aset bangsa yang tak ternilai harganya tersebut,” imbuh Kusumo lagi.

Karena jika hal tersebut terus-menerus dibiarkan begitu saja. Atau dengan kata lain jika keberadaan para relawan diloos-dolkan begitu saja, tanpa adanya bimbingan dan pemberian fasilitas yang memadai, bukan tidak mungkin minat dan kesadaran masyarakat yang menjadi relawan semakin menipis di kemudian hari.

Sejatinya relawan itu memang tak ternilai harganya. Karena mereka memang tidak bisa dibayar dengan nilai berapapun. Mereka bergerak dan berangkat atas keinginan dan kesadaran sendiri. Aksi mereka, murni berdasar rasa kemanusiaan yang tinggi. Terutama dalam dalam merespon fenomena atau bencana yang terjadi di sekitar lingkungannya.

TIM JAGA TONGGO GANDEKAN SAAT BAGIKAN BERAS SUMBANGAN DARI LSM LAPAAN RI JATENG  YANG PEDULI

“Bahkan seringkali mereka kerap mengorbankan harta benda pribadi demi kelancaran bakti sosialnya. Malah yang sering terjadi, mereka juga terlibat cekcok dengan suami-istri atau anggota rumah tangga mereka di kala bertugas. Maklum seringkali tugas tak berbayar tersebut, sering menimbulkan ketidaksepahaman dalam rumah tangga mereka masing-masing,” cerita Kusumo menceritakan pengalaman beberapa relawan yang pernah ia temui di lapangan.

HALAMAN….SELANJUTNYA…….

Page 1 of 2
12Next
Tags: APD STANDARGIBRAN BERI BANTUAN PPKMJAGA TONGGOKUSUMO PUTROPANDEMIPPKMRELAWAN COVID-19SOLO

Related Posts

RITUAL WAJIB RAJA BARU KRATON SURAKARTA
Misteri

RITUAL WAJIB RAJA BARU KRATON SURAKARTA

Desember 14, 2025
PAKOE BOEWONO XIV TEMUI MBAH LEPO
Misteri

PAKOE BOEWONO XIV TEMUI MBAH LEPO

Desember 14, 2025
PEDULI KORBAN BENCANA SUMUT
News

PEDULI KORBAN BENCANA SUMUT

Desember 8, 2025
TANAMKAN JIWA NASIONALISME, PULUHAN  WANITA KENES KUNJUNGI TMP KUSUMA BHAKTI
Jejak Nusantara

TANAMKAN JIWA NASIONALISME, PULUHAN WANITA KENES KUNJUNGI TMP KUSUMA BHAKTI

November 12, 2025
INILAH SOSOK UNDANGAN PENTING YANG BAKAL HADIR DALAM JUMENENGAN PB XIV
Jejak Nusantara

INILAH SOSOK UNDANGAN PENTING YANG BAKAL HADIR DALAM JUMENENGAN PB XIV

November 12, 2025
MERINDING, PUTRA MAHKOTA KRATON SOLO AMBIL SUMPAH HANGLINTIR KAPRABON DI HADAPAN PUBLIK !
Jejak Nusantara

MERINDING, PUTRA MAHKOTA KRATON SOLO AMBIL SUMPAH HANGLINTIR KAPRABON DI HADAPAN PUBLIK !

November 5, 2025

POPULAR NEWS

TABURAN SAWI DAN DAGINGNYA BIKIN LAPER

MIE MANGKOK JOSWI… Peluang Kuliner Akibat Korban Politik, NANANG : Rasanya Joss Bikin Ketagihan…

Maret 1, 2021
Parade Nusantara Bahas Perpu No.1 Tahun 2020

PERPU No.1 Tahun 2020… Makan Tumbal Dana Desa…

Maret 13, 2021
RUANGAN PENDAPA LIMASAN DEPAN NDALEM KEMASAN

MISTERI NDALEM KEMASAN… Yang Pernah Dihuni Oleh Permaisuri Raja Paku Buwono VI Surakarta

Maret 2, 2021
KOMISARIS UTAMA-BRM KUSUMO PUTRO SH MH SAAT POTONG TUMPENG TANDAI PERESMIAN KANTOR PT BAYONET MERAH PUTIH YOGYA

SOLID, LOYAL, DAN PROFESIONAL… BAYONET MERAH PUTIH Cabang Yogya… Siap Bantu Masyarakat Layani Multi Jasa

Maret 2, 2021
Eyang Semar Muncul Di Merapi…Virus Corona Bakal Sirna?

Eyang Semar Muncul Di Merapi…Virus Corona Bakal Sirna?

Maret 13, 2021

EDITOR'S PICK

KERIS DALAM SHOW ROOM SANGGAR DALIMAN

EMPU PEMBUAT KERIS… Perlu Ritual Khusus Untuk Pusaka Sakti…

Maret 12, 2021
Inilah Alasan Mengapa Anda Wajib Mencoba Ayam & Bebek Ungkep Romantis Jika Lewat Jalur Kebakkramat…

Inilah Alasan Mengapa Anda Wajib Mencoba Ayam & Bebek Ungkep Romantis Jika Lewat Jalur Kebakkramat…

Desember 6, 2022
RITUAL SAKRAL SEBAR APEM AWALI PENTAS WAYANG KULIT DI PUNDEN NYAI SETRODIPROJO

RITUAL SAKRAL SEBAR APEM AWALI PENTAS WAYANG KULIT DI PUNDEN NYAI SETRODIPROJO

Juli 12, 2024
KIS4H M1STERI di Tugu Tapal Batas Surakarta-Yogyakarta…

KIS4H M1STERI di Tugu Tapal Batas Surakarta-Yogyakarta…

Agustus 4, 2022
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

2025 @ Majalah Kisah Nyata

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Jejak Nusantara
  • Konsultasi Nasib
  • Kolektor
  • Kuliner
  • Misteri
  • Tradisi Dan Budaya
  • Tosan Aji
  • Wisata
  • Peluang Usaha
  • Profil
  • Tafsir Mimpi
  • Lifestyle
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Ciber

2025 @ Majalah Kisah Nyata

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In