MAJALAHKISAHNYATA.COM, Boyolali– Sebuah gerakan mulia menuju hidup sehat, sejahtera jasmani dan rohani telah bergulir di kota Solo. Gerakan itu dipelopori oleh UU komunitas PAGER AYU. Seperti diungkapkan oleh Vivi, ketua komunitas PAGER AYU kemarin bahwa sebenarnya, komunitasnya bermula hanya kelompok pegiat olah raga senam.
Namun seiring dengan perkembangan interaksi sosial yang ada, kelompok ini menjelma menjadi gerakan sosial peduli sesama.
“Jadi sekarang tidak hanya senam, tetapi sudah merambah pada kegiatan sosial seperti pengajian dan berbagi sedekah untuk kaum kurang mampu” terang Vevi, ketua Komunitas Pager Ayu Soloraya kepada awak media belum lama ini.

Tentu saja kegiatan mulia komunitas PAGER AYU ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Apalagi dalam suasana pademi covid saat ini, kiprah mereka sangat membantu masyarakat yang kesulitan secara ekonomi. Program sosial tersebut berupa Jumat berkah. Yakni donasi bagi para sedulur di hari Jumat.
Sekaligus sebagai anjangsana untuk anak yatim dan orang dhuafa untuk memberikan donasi.
“Meskipun pemerintah sudah memberikan berbagai paket bantuan pada kaum miskin, namun kita tetap membantu mereka juga. Jadi ya ini dukungan kami pada kebijakan pemerintah juga” tambahnya.
Selain itu munculnya kesadaran untuk membantu sesama, bagi anggota PAGER AYU juga timbul secara naluriah. Ketika mereka melakukan aktivitas senam, timbullah keinginan untuk melakukan kebaikan bagi orang tak mampu. Maka mereka pun urunan untuk membagikan rejeki pada yang membutuhkan.
Peduli Sedulur Pager Ayu
“Jujur kami sebagian besar hanya ibu rumah tangga yang menyisihkan sisa uang belanja untuk bersedekah. Jadi sekecil apapun peran kami semoga memberi manfaat pada masyarakat” tandas Vivi.
Tentang aktivitas komunitas PAGER AYU sendiri, Vevi menjelaskan bahwa sampai saat ini komunitas PAGER AYU sudah berusia 4 tahun sejak berdiri 8 April 2017. Anggota aktif PAGER AYU sendiri sekitar 75 orang. Sementara kalau anggota keseluruhan di seluruh Solo Raya sekitar 750 orang.
“Ya kalau dikumpulkan semua banyak sekali, namun orang kan silih berganti hadir karena kesibukan masing-masing tidak pernah sama” tambahnya.
Perihal Penamaan PAGER AYU sendiri merupakan gagasan salah seorang tokoh kota Solo, sekaligus penasehat Yulianto Indramoko. Maksud dari nama PAGER AYU adalah agar anggotanya bahagia dan harmonis dalam membina keluarga.
“Arti PAGER AYU sendiri kan melindungi diri dengan keindahan kesatuan lahir dan batin. Jadi anggotanya harus bisa menjaga keluarganya dengan penampilan sehat dan menarik. Serta punya akhlak yang terpuji”jelasnya.
Karena itu antara kegiatan senam dan bakti sosial, pengajian, Jumat berkah saling berkaitan, yakni membina kesehatan jasmani dan rohani.(SC/adv)
Sumber: www.majalahkisahnyata.com















