• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Selasa, Desember 16, 2025
Majalah Kisah Nyata
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • News
  • Jejak Nusantara
  • Konsultasi Nasib
  • Kolektor
  • Kuliner
  • Misteri
  • Tradisi Dan Budaya
  • Tosan Aji
  • Wisata
  • Peluang Usaha
  • Profil
  • Tafsir Mimpi
  • Lifestyle
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Ciber
  • Beranda
  • News
  • Jejak Nusantara
  • Konsultasi Nasib
  • Kolektor
  • Kuliner
  • Misteri
  • Tradisi Dan Budaya
  • Tosan Aji
  • Wisata
  • Peluang Usaha
  • Profil
  • Tafsir Mimpi
  • Lifestyle
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Ciber
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Jejak Nusantara

Sebuah PRASASTI Penting Peradaban MATARAM KUNO Belum Terawat Dengan Layak-Aksi Tim FBM Melacak Jejak Mataram Kuno di Lereng Merapi-Merbabu (III)…

admin by admin
Juni 1, 2021
in Jejak Nusantara, Kolektor, Misteri, News, Tradisi Dan Budaya, Wisata
0
Sebuah PRASASTI Penting Peradaban MATARAM KUNO Belum Terawat Dengan Layak-Aksi Tim FBM Melacak Jejak Mataram Kuno di Lereng Merapi-Merbabu (III)…

Ketua FBM Kusumo Putro dan Sejarawan FBM Surojo Saat di Lokasi Prasasti

491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Boyolali– Sebuah prasasti kuno yang maha penting, masih teronggok dan tidak terawat dengan layak sampai sekarang. Prasasti berhuruf  Jawa Kuno tersebut, terukir dalam sebuah batuan andesit kuno. Kali ini Tim Sejarah dari Yayasan Forum Budaya Mataram (FBM), mencoba menguak misteri batu prasasti tersebut? Bagaimana hasilnya?

Dari penelusuran tim FBM, yang dikaji dari ahli sejarah dan ahli baca huruf Jawa Kuno, saat prasasti dibuat, diduga terjadi pada masa abad antara 9-10 Masehi. Dimana di masa tersebut dikenal sebagai puncak peradaban Mataram Kuno. Peradaban Mataram Kuno memang dikenal berpusat di sekitar wilayah lereng gunung Merapi-Merbabu.

READ ALSO

RITUAL WAJIB RAJA BARU KRATON SURAKARTA

PAKOE BOEWONO XIV TEMUI MBAH LEPO

Tim FBM sengaja mendatangi lokasi prasasti pada hari Minggu kemarin (30/05/2021). Hal ini mengingat kabar, bahwa kondisi batu prasasti tersebut kurang terawat dengan baik. Lokasi Prasasti itu sendiri berada di tengah ladang tembakau. Atau tepatnya di dukuh Wonosegoro,Cepogo, Cepogo, Boyolali, Jateng.

Sebagian Prasasti Batu Yang Masih Bisa Dibaca

“Hanya beberapa meter dari lokasi prasasti, sebuah sungai yang cukup curam mengancam keselamatan batu prasasti ini,” terang BRM. Kusumo Putro SH, MH (48), yang memimpin tim dari FBM.

Sehingga jika kondisi batu prasasti itu dibiarkan tetap begitu, cepat atau lambat bisa terjangkau oleh pengikisan tebing sungai. Dan pada akhirnya bisa hilang atau hanyut ditelan arus sungai. Ladang milik warga desa yang bernama Slamet Alwi tersebut, sebenarnya sudah didatangi oleh tim dari BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Jateng beberapa tahun lalu.

Itu artinya, pihak BPCB Jateng sudah mengetahui keberadaan batu prasasti tersebut. Bahkan sudah meregister (mencatat), keberadaan, serta posisi batu prasasti itu. Hal ini ditandai dengan penyematan kode angka register pada tubuh batu tersebut, yaitu 044.

Kusumo Putro-Ketua Yayasan Forum Budaya Mataram

Namun seiring perkembangan, ternyata sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak BPCB. Atau dinas-dinas terkait di Boyolali untuk merawat, atau setidaknya menempatkan batu tersebut pada posisi yang aman atau layak. Padahal sebuah benda yang dianggap mempunyai nilai sejarah tinggi, apalagi sudah ditetapkan menjadi benda cagar budaya, tentu harus dilindungi oleh siapapun.

Bahkan dalam UU Cagar Budaya No. 11 Tahun 2010, sangat jelas disebut ada sanksi pidana jika ada pihak mencoba menghalangi upaya pelestarian cagar budaya, apalagi merusak cagar budaya baik secara sengaja ataupun tidak sengaja. Seperti kutipan dibawah ini.

Pasal 104 :

Setiap orang yang dengan sengaja mencegah, menghalang – halangi atau menggagalkan upaya pelestarian Cagar Budaya sebagaimana dimaksud dalam pasal 55 di PIDANA dengan pidana penjara paling lama 5 ( Lima ) tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 10.000.000 ( Sepuluh juta rupiah ) dan paling banyak Rp. 500.000.000 ( Lima ratus juta rupiah ).

Pasal 105 :

Setiap orang yang dengan sengaja Merusak Cagar Budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 ayat ( 1 ) Di Pidana dengan paling singkat 1 ( satu ) tahun dan paling lama 5 ( lima ) tahun dan atau Denda paling sedikit Rp. 500.000.000 ( Lima ratus juta rupiah ) dan paling banyak Rp. 5.000.000.000 ( Lima Milyard Rupiah ).

“Sehingga agar tidak terlambat, kami dari yayasan FBM, mendesak pihak BPCB Jateng dan dinas-dinas terkait di Boyolali agar segera menyelamatkan batu prasasti yang sangat penting ini,” tegas Kusumo saat bertemu dengan beberapa awak media yang hadir.

Tim FBM Saat Mengunjungi Batu Prasasti Pasyarungga di Cepogo

Menurutnya, kondisi batu prasasti tersebut memang wajib diperhatikan. Mengingat berada langsung di alam terbuka. Hal ini dikhawatirkan, bisa membuat beberapa tulisan atau pahatan aksara kuno di tubuh batu, menjadi aus atau hilang dimakan perubahan alam. Kondisi tersebut tentu tidak diinginkan oleh semua pihak.

Sehingga lokasi atau posisi batu perlu diselamatkan. Jika sekiranya masih sulit untuk dipindah, bisa dengan membuat semacam peneduh atau tempat rumah kecil untuk melindungi batu tersebut. Untuk memperkuat bahwa batu itu di bawah lindungan cagar budaya, juga wajib diberi papan nama yang jelas. Bahwa benda itu berada dalam lindungan hukum UU Cagar Budaya.

“Dengan cara tersebut, keberadaan batu prasasti ini bisa tetap lestari. Dan semua pihak termasuk genrasi penerus dan anak cucu kita nanti, bisa tetap mempelajari serta bangga dengan peradaban nenek moyang atau leluhur mereka yang sangat besar dan maju di masa lampau,” terangnya lagi.

Perlu Ahli Ilmu EPIGRAFI Untuk membaca Tulisan jawa Kuno

Sementara itu terkait prasasti itu sendiri, dijelaskan oleh ahli Bahasa Sastra dan Jawa Kuna yaitu Wahyudi (45). Dalam tulisan relief tersebut terbaca tulisan dalam bahasa Jawa Kuno, atau sering juga disebut Jawa Gunung. Isinya terbaca swasti çāka warṣātīta 823 jyaṣṭa māsa, pañcami çukla ha wa so. kāla niki paçarūṅga nāma …

Atau bisa juga ditranslit bebas menjadi swasti warsa tita 832 djiasta masa pantjamisukla hawaso nika pasyarungga nama  ……

Sementara jika diterjemahkan kira-kira bermakna menjadi Selamat tahun 832 C bulan jiasta tanggal 5 hariang wage soma itu tempat bernama Pasyarungga……. (ada huruf hilang )..

Sehingga dugaan pakar sejarah, Prasasti ini menyebutkan tempat yang disebut dengan nama Pasyarungga. Yaitu sebuah padepokan untuk mengkaji agama (Hindu) seperti yang pernah dicatat oleh tokoh Bujangga Manik.

Dimana ia pernah singgah di tempat keresian (pendeta), di kaki Gunung Damalung yang kini dikenal dengan nama Gunung Merbabu. Sehingga prasasti itu untuk sementara ini juga dikenal dengan nama Prasasti Pasyarungga.

“Melihat lokasi prasasti yang berada di lereng atau kaki gunung Merbabu, besar dugaan jika wilayah tersebut adalah tempat karesian atau tempat komunitas para pendeta,” ujar Sarojo, seorang sejarawan dari tim FBM.

Sebagian Prasasti Batu Yang Masih Bisa Dibaca

Hal itu berdasar manuskrip pada naskah perjalanan Bujangga Manik. Dalam naskah itu menceritakan, sebuah catatan berupa manuskrip berbahasa Sunda. Menulis kisah perjalanan seorang tokoh bernama Bujangga Manik, yang mengelilingi pulau Jawa dan Bali.

Naskah ini ditulis pada daun nipah, dalam puisi naratif berupa lirik yang terdiri dari delapan suku kata. Saat ini naskah tersebut masih disimpan di Perpustakaan Bodley di Universitas Oxford, Inggris, sejak tahun 1627.

Dari cerita dalam naskah tersebut, diketahui naskah Bujangga Manik berasal dari zaman sebelum Islam masuk ke Tatar Sunda. Bujangga Manik sendiri sebenarnya adalah Prabu Jaya Pakuan alias seorang resi Hindu dari kerajaan Sunda. Namun lebih suka menjalani hidup sebagai seorang resi atau pendeta.

Kusumo Putro Saat Berada di Lokasi Prasasti di Tengah Ladang Tembakau Warga

Terlepas dari cerita sejarah yang berkaitan dengan isi prasasti tersebut. Yang pasti temuan atau keberadaan prasasti Pasyarungga tersebut benar-benar harus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Jangan sampai nanti kecolongan jika sudah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya hilang dicuri orang, ataupun hilang terkena dampak alam sekitarnya.

“Melestarikan benda cagar budaya, merupakan salah satu pondasi yang sangat penting dalam menjaga kebudayaan dan kearifan lokal di Nusantara. Dimana dengan kekayaan budaya dan kearifan lokal tersebut, bangsa kita di masa lalu terbukti bisa menjadi sebuah peradaban yang besar, maju, beradab, serta disegani oleh negara-negara lain di dunia,” pungkas Kusumo Putro sebelum meninggalkan lokasi Prasasti Pasyarungga tersebut. (Dia)

Sumber: www.majalahkisahnyata.com

Tags: BOYOLALIBPCBCEPOGOFORUM BUDAYA MATARAMKUSUMO PUTROMATARAM KUNOMERAPI=MERBABUPENEMUAN SITUS BATU KUNOPRASASTI PASYARUNGGA WOWNOSEGOROSUROJO

Related Posts

RITUAL WAJIB RAJA BARU KRATON SURAKARTA
Misteri

RITUAL WAJIB RAJA BARU KRATON SURAKARTA

Desember 14, 2025
PAKOE BOEWONO XIV TEMUI MBAH LEPO
Misteri

PAKOE BOEWONO XIV TEMUI MBAH LEPO

Desember 14, 2025
PEDULI KORBAN BENCANA SUMUT
News

PEDULI KORBAN BENCANA SUMUT

Desember 8, 2025
TANAMKAN JIWA NASIONALISME, PULUHAN  WANITA KENES KUNJUNGI TMP KUSUMA BHAKTI
Jejak Nusantara

TANAMKAN JIWA NASIONALISME, PULUHAN WANITA KENES KUNJUNGI TMP KUSUMA BHAKTI

November 12, 2025
INILAH SOSOK UNDANGAN PENTING YANG BAKAL HADIR DALAM JUMENENGAN PB XIV
Jejak Nusantara

INILAH SOSOK UNDANGAN PENTING YANG BAKAL HADIR DALAM JUMENENGAN PB XIV

November 12, 2025
MERINDING, PUTRA MAHKOTA KRATON SOLO AMBIL SUMPAH HANGLINTIR KAPRABON DI HADAPAN PUBLIK !
Jejak Nusantara

MERINDING, PUTRA MAHKOTA KRATON SOLO AMBIL SUMPAH HANGLINTIR KAPRABON DI HADAPAN PUBLIK !

November 5, 2025

POPULAR NEWS

TABURAN SAWI DAN DAGINGNYA BIKIN LAPER

MIE MANGKOK JOSWI… Peluang Kuliner Akibat Korban Politik, NANANG : Rasanya Joss Bikin Ketagihan…

Maret 1, 2021
Parade Nusantara Bahas Perpu No.1 Tahun 2020

PERPU No.1 Tahun 2020… Makan Tumbal Dana Desa…

Maret 13, 2021
RUANGAN PENDAPA LIMASAN DEPAN NDALEM KEMASAN

MISTERI NDALEM KEMASAN… Yang Pernah Dihuni Oleh Permaisuri Raja Paku Buwono VI Surakarta

Maret 2, 2021
KOMISARIS UTAMA-BRM KUSUMO PUTRO SH MH SAAT POTONG TUMPENG TANDAI PERESMIAN KANTOR PT BAYONET MERAH PUTIH YOGYA

SOLID, LOYAL, DAN PROFESIONAL… BAYONET MERAH PUTIH Cabang Yogya… Siap Bantu Masyarakat Layani Multi Jasa

Maret 2, 2021
Eyang Semar Muncul Di Merapi…Virus Corona Bakal Sirna?

Eyang Semar Muncul Di Merapi…Virus Corona Bakal Sirna?

Maret 13, 2021

EDITOR'S PICK

WADUH…Mendadak Jembatan Sasak Beton Disegel… Alasannya Sungguh Tak Terduga Bikin Warga Geleng-Geleng Kepala…

WADUH…Mendadak Jembatan Sasak Beton Disegel… Alasannya Sungguh Tak Terduga Bikin Warga Geleng-Geleng Kepala…

November 7, 2022
SAMBUT MARSONO-SAIFUL INI KATA MBAK IRMA DI LAPANGAN KETAON

SAMBUT MARSONO-SAIFUL INI KATA MBAK IRMA DI LAPANGAN KETAON

November 18, 2024
HEBOH… Benteng Kartosuro Dirobohkan… Sukoharjo Masuk Darurat Bencana Cagar Budaya…

HEBOH… Benteng Kartosuro Dirobohkan… Sukoharjo Masuk Darurat Bencana Cagar Budaya…

April 27, 2022
Diiringi SIRAMAN Kembang…Begini AKSI Pembaretan PATRIOT GARUDA NUSANTARA…

Diiringi SIRAMAN Kembang…Begini AKSI Pembaretan PATRIOT GARUDA NUSANTARA…

Oktober 31, 2021
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

2025 @ Majalah Kisah Nyata

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Jejak Nusantara
  • Konsultasi Nasib
  • Kolektor
  • Kuliner
  • Misteri
  • Tradisi Dan Budaya
  • Tosan Aji
  • Wisata
  • Peluang Usaha
  • Profil
  • Tafsir Mimpi
  • Lifestyle
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Ciber

2025 @ Majalah Kisah Nyata

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In