MAJALAHKISAHNYATA.COM, Solo– Sebanyak 400-an paket takjil (menu berbuka puasa) dibagikan gratis di Bundaran Gladag Solo, pada Minggu sore kemarin (02/05/2021). Aksi ini dilakukan oleh anggota dan pengurus Patriot Garuda Nusantara (PGN), Markas Komando Daerah (Makoda) Surakarta. Apa saja misi dari aksi kegiatan tersebut?
Kegiatan membagikan takjil tersebut, merupakan aksi kedua kalinya dari PGN Makoda Solo sejak Ramadhan tahun kemarin. Menurut Agung Yos, ketua dari PGN Makoda Solo, kegiatan itu merupakan serangkaian aksi dari beberapa agenda Ramadhan di tahun ini. Berikutnya nanti adalah berbagi peduli di pusat Panti Asuhan, Pondok Pesantren, Panti Jompo, serta Pusat Rehabilitasi Mental.

“Rangkaian agenda, kami awali dengan membagi makanan dan minuman berbuka puasa, di kawasan Bundaran Gladag ini,” kata Agung Yos di hadapan beberapa awak media.
Kegiatan itu diikuti oleh sekitar 60-an anggota dan pengurus PGN. Sementara paket takjil yang dibagi sekitar 350 ditambah 60 paket dari anggota yang datang. Sasaran kegiatan ini adalah para pengguna jalan, tukang becak, tukang sapu, tukang parkir, dan semua warga yang kebetulan lewat di sekitar bundaran Gladag.

Menurutnya dengan aksi nyata di bulan Ramadhan ini, semua anggota PGN diharap bisa tumbuh sikap kepeduliannya. Baik kepada sesama umat muslim maupun sesama warga negara. Sehingga tumbuh jiwa peduli dan toleransi. Dan yang terpenting lagi, bis menuju ketaqwaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Harapan kami, rangkaian kegiatan ini dapat membangun tali silaturahmi yang berkelanjutan. Dilandasi rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan, serta menumbuhkan kecintaan pada bulan suci Ramadhan. Dan terus mengisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Sehingga bisa menjadi pembinaan keimanan bagi anggota dan masyarakat. Dan menjadikan Ramadhan sebagai momentum yang tepat untuk meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial,” sambungnya panjang lebar.

Sekitar pukul 16.30, paket makanan dan minuman mulai dibagikan kepada sasaran yang lewat di Bundaran Gladag. Alhamdulilah, respon masyarakat sangat senang, dengan kegiatan berbagi berkah di bulan Ramadhan tersebut. Bahkan beberapa kali, ada anggota yang terpaksa berlari-lari kecil demi bisa memberikan paket kepada warga yang hendak menerimanya.
Sementara itu, Penasehat dan Ketua Divisi Hukum Dan Advokasi PGN Makoda Surakarta, yaitu BRM, Kusumo Putro SH.MH, mengatakan bahwa kegiatan itu sangatlah mulia. Apalagi dilakukan di saat masa Pandemi seperti sekarang. Tentu nilai atau azas manfaatnya, bisa benar-benar terasa bagi masyarakat yang membutuhkannya. Bahkan bagi masyarakat yang mungkin tidak berpuasa sekalipun.

“Suasana Ramadhan menjadi lebih terasa gregetnya, dimana orang-orang di jalan. Baik umat muslim maupun non muslim, benar-benar merasakan kepedulian yang luar biasa dari berkah Ramadhan ini,” ujar Kusumo Putro di sela-sela acara berbagi takjil tersebut.
Ditambahkannya lagi, bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan Rahmat. Oleh sebab itu, banyak kegiatan sosial keagamaan dilakukan oleh umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Dengan harapan bisa memperoleh kemuliaan berkah. Baik di dunia dan akhirat dari pahala bulan suci Ramadhan ini.

“Pembagian takjil untuk berbuka puasa, adalàh salah satu cara masyarakat dalam rangka berbagi kepada sesama. Serta mencari berkah kemuliaan di bulan suci Ramadhan,” imbuhnya lagi di hadapan awak media.
Menurutnya, sebagai seorang Muslim, berbagi dengan sesama merupakan kewajiban yang harus dijalankan. Apalagi kepada warga yang kurang mampu. Seorang muslim digalakkan dan disunnahkan untuk berinfaq dan bersedekah di bulan Ramadan. Bahkan diwajibkan untuk membayar zakat fitrah untuk mereka.

Dari sisi ekonomi, bulan Ramadhan juga memberikan berkah bagi para pedagang dan lainnya. Sedangkan bagi fakir miskin, Ramadhan membawa keberkahan tersendiri. Dengan bersedekah tidak akan membuat seseorang menjadi miskin. Justru sebaliknya, akan membuat dirinya menjadi semakin berlebih. Terutama berlebih iman dan ketaqwaannya kepada Allah penguasa alam.
PGN Makoda Surakarta sendiri, saat ini beranggotakan sekitar 500 orang. Dan tersebar di lima kecamatan di seluruh kota Surakarta. Kantor sekretariat bermarkas di kampung Karangasem, Laweyan, Solo. Seperti pada umumnya ormas, PGN juga memiliki kepengurusan mulai tingkat kecamatan hingga tingkat desa/kelurahan. Ditingkat kecamatan disebut Padepokan, dan untuk tingkat desa / kelurahan bernama Kabuyutan.

Patriot Garuda Nusantara (PGN) lahir, diilhami semangat bela Nusantara dan semangat cinta NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Tak heran anggota yang terlibat terdiri dari unsur lintas agama, meskipun ruh organisasi berasal dari atap kebesaran NU (Nahdatul Ulama). Selama ini PGN dikenal aktif menyuarakan isu-isu untuk meredam radikalisme, yang dinilai mengancam keutuhan NKRI. (Dia)

Sumber: www.majalahkisahnyata.com















