• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Selasa, Maret 10, 2026
Majalah Kisah Nyata
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • News
  • Jejak Nusantara
  • Konsultasi Nasib
  • Kolektor
  • Kuliner
  • Misteri
  • Tradisi Dan Budaya
  • Tosan Aji
  • Wisata
  • Peluang Usaha
  • Profil
  • Tafsir Mimpi
  • Lifestyle
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Ciber
  • Beranda
  • News
  • Jejak Nusantara
  • Konsultasi Nasib
  • Kolektor
  • Kuliner
  • Misteri
  • Tradisi Dan Budaya
  • Tosan Aji
  • Wisata
  • Peluang Usaha
  • Profil
  • Tafsir Mimpi
  • Lifestyle
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Ciber
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Jejak Nusantara

LAPAAN RI DESAK KPK : Sikat Habis Mafia Pangan… Menteri Pertanian Juga Ditunggu Gebrakannya…

admin by admin
Maret 1, 2021
in Jejak Nusantara, News, Wisata
0
BRM BRM.Kusumo Putro SH.MH Dari Lapaan RI- Saat Menemui Awak Media di Kantornya

BRM BRM.Kusumo Putro SH.MH Dari Lapaan RI- Saat Menemui Awak Media di Kantornya

507
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

READ ALSO

MOMEN KARYAWAN GRAND HAP HOTEL MENYATU DENGAN ANAK-ANAK PANTI ASUHAN DI BULAN RAMADHAN

WARGA LINGKUNGAN PURWOTOMO BERBUKA BERSAMA MANAGEMENT GRAND HAP HOTEL

MAJALAHKISAHNYATA.COM, Solo– Beberapa kabinet menteri sudah silih berganti, sejak era reformasi digulirkan. Namun untuk sektor pangan (pertanian), belum ada perubahan yang signifikan. Misalnya Indonesia sampai saat ini, belum bisa membanggakan diri sebagai negara yang swasembada pangan (beras). Faktanya justru senang dengan menjadi negara pengimport beras.

Bahkan nasib petani, terutama buruh tani juga semakin tersungkur akibat kebijakan-kebijakan yang tidak memihak petani. Apakah bangsa kita sudah lupa? Bahwa bangsa Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Dimana sektor pertanian tentu menjadi hal yang sangat utama bagi semua sendi kehidupan. Atau jangan-jangan, mungkinkah semua itu akibat ulah mafia pangan?

Beberapa minggu belakangan ini, santer terdengar kabar, petani menjerit akibat harga pupuk mahal. Bahkan selain mahal, pupuk yang konon disubsidi oleh pemerintah itu, juga kerap menghilang dari pasaran. Celakanya lagi, petani masih harus berjuang mencari obat-obatan pemelihara padi yang juga bernasib sama. Kalau tidak, tiba-tiba menghilang juga harganya menjadi sangat mahal.

PETANI INDONESIA-HANYA PASRAH DENGAN KEBIJAKAN NEGARA

“Padahal petani dari awal sudah diuji dengan mahalnya bibit tanaman (padi). Lalu jika setelah tanam, harga pupuk dan obat-obatan juga ikut-ikutan mahal, bahkan sering menghilang, bagaimana nasib petani. Sementara harga jual gabah juga tidak ikutan naik,” kata BRM Kusumo Putro SH, MH, dengan lantang.

Pria yang juga pendiri dari LSM Lapaan RI (Lembaga Penyelamat Asset dan Anggaran Belanja Negara Republik Indonesia) ini, mengatakan, nasib petani sekarang ini seperti hidup enggan, matipun tak mau. Ini karena posisi mereka memang benar-benar terjepit. Namun sama sekali tak punya posisi tawar sama-sekali kepada kebijakan pemErintah. Padahal selama ini pemerintah dengan model kepemimpinan siapa saja, selalu menggembar-gemborkan tentang kesejahteraan petani.

PANEN PETANI INDONESIA TAK SEINDAH WANITA INI

“Setiap masa panen, selalu yang diuntungkan hanyalah para tengkulak, dan para spekulan yang dengan bebas bisa memainkan harga gabah seenaknya,” ujar Kusumo saat ditemui beberapa awak media pada Minggu kemarin (03/01/2021).

Sudah puluhan tahun sejak era reformasi, negara juga belum bisa mewujudkan ketahanan pangan dengan pola swasembada beras. Bahkan sekian persen dari anggaran negara selalu dibelanjakan untuk kebutuhan impor bahan pangan. Tak hanya beras yang diimpor, bahkan bahan pangan yang meliputi 9 bahan pokok, sebagian besar juga masih diimpor oleh negara.

TEKNOLOGI PENGAIRANPUN-PETANI HARUS BERJUANG MENCARI SUMBER AIR SENDIRI

Berikut ini sekilas nasib petani yang benar-benar merupakan kisah nyata. Yaitu cerita keluh kesah petani dari wilayah Karanganyar, Jateng. Beberapa keluarga petani penggarap lahan orang (petani buruh), hanya melakukan kegiatan pertanian seperti sebuah tradisi keterpaksaan saja. Pasalnya dari segi ekonomi, mereka mengaku sebenarnya mereka sama sekali tidak untung sama sekali. Bahkan bisa dibilang rugi.

“Bayangkan saja. Sejak kami menanam, harga bibitnya sudah mahal. Lalu tiba-tiba harga pupuk juga melonjak tajam. Begitu pula obat-obatan juga mendadak ikut mahal. Nanti jika saatnya panen, hitung-hitungan kami tentu pasti rugi. Apalagi jika pemilik lahan menuntut keuntungan (pembagian hasil) sesuai kesepakatan awal,” ujar Pak Parjo (50), seorang petani penggarap asal wilayah Karanpandan, Karanganyar, Jateng saat ditemui beberapa hari yang lalu.

Namun Pak Parjo mengaku cukup beruntung. Karena si pemilik lahan, seperti pengalaman yang sudah-sudah, tidak pernah menuntut keuntungan sedikitpun dari hasil panennya. Si pemilik lahan tahu, bahwa nasib petani buruh tersebut memang pasti merugi, jika harus dituntut sesuai pembagian hasil yang sebenarnya.

Kusumo- Mengelus Dada Melihat Negeri Dengan Tanah Subur & Air Berlimpah-Namun Hidup Petani Tak Sesubur Tanahnya

Jadi selama ini, bahkan setiap tahun selalu terulang. Dimana selalu saja masalah klasik, terkait pertanian seperti mimpi buruk bagi petani. Yaitu harga bibit mahal, pupuk dan obat mahal. Dan begitu dijual, harganya juga tidak begitu membuat isi dompet bertambah tebal. Hal itu seringkali membuat para petani susah untuk tidur. Belum lagi ancaman cuaca buruk yang seringkali mengancam (gagal panen).

Page 1 of 2
12Next
Tags: BIBIT IMPORHARGA GABAH TURUNHARGA PUPUK NAIKKEMBALI NEGARA AGRARISMENTERI PERTANIAN BELUM MAKSIMALNASIB PETANIOBAT HAMA NAIK

Related Posts

MOMEN KARYAWAN GRAND HAP HOTEL MENYATU DENGAN ANAK-ANAK PANTI ASUHAN DI BULAN RAMADHAN
Kuliner

MOMEN KARYAWAN GRAND HAP HOTEL MENYATU DENGAN ANAK-ANAK PANTI ASUHAN DI BULAN RAMADHAN

Maret 1, 2026
WARGA LINGKUNGAN PURWOTOMO BERBUKA BERSAMA MANAGEMENT GRAND HAP HOTEL
Kuliner

WARGA LINGKUNGAN PURWOTOMO BERBUKA BERSAMA MANAGEMENT GRAND HAP HOTEL

Maret 1, 2026
BINATANG KEONG, SELAIN GURIH TERNYATA PUNYA ANDIL PENTING DALAM EKOSISTEM SAWAH
News

BINATANG KEONG, SELAIN GURIH TERNYATA PUNYA ANDIL PENTING DALAM EKOSISTEM SAWAH

Februari 13, 2026
KUD CEPOGO TETAP EKSIS DAN TERBAIK (RAT KUD CEPOGO TUTUP BUKU 2025)
News

KUD CEPOGO TETAP EKSIS DAN TERBAIK (RAT KUD CEPOGO TUTUP BUKU 2025)

Februari 12, 2026
SELESAI RITUAL 41 HARI DI PENGGING PARA TOKOH KARTASURA ZIARAH KE MAKAM IMOGIRI
Jejak Nusantara

SELESAI RITUAL 41 HARI DI PENGGING PARA TOKOH KARTASURA ZIARAH KE MAKAM IMOGIRI

Februari 8, 2026
GANDENG LDA KRATON SURAKARTA, PWI-LS DELANGGU GELAR RUTINAN RASULAN UMBUL DONGA
News

GANDENG LDA KRATON SURAKARTA, PWI-LS DELANGGU GELAR RUTINAN RASULAN UMBUL DONGA

Desember 30, 2025

POPULAR NEWS

TABURAN SAWI DAN DAGINGNYA BIKIN LAPER

MIE MANGKOK JOSWI… Peluang Kuliner Akibat Korban Politik, NANANG : Rasanya Joss Bikin Ketagihan…

Maret 1, 2021
Parade Nusantara Bahas Perpu No.1 Tahun 2020

PERPU No.1 Tahun 2020… Makan Tumbal Dana Desa…

Maret 13, 2021
RUANGAN PENDAPA LIMASAN DEPAN NDALEM KEMASAN

MISTERI NDALEM KEMASAN… Yang Pernah Dihuni Oleh Permaisuri Raja Paku Buwono VI Surakarta

Maret 2, 2021
KOMISARIS UTAMA-BRM KUSUMO PUTRO SH MH SAAT POTONG TUMPENG TANDAI PERESMIAN KANTOR PT BAYONET MERAH PUTIH YOGYA

SOLID, LOYAL, DAN PROFESIONAL… BAYONET MERAH PUTIH Cabang Yogya… Siap Bantu Masyarakat Layani Multi Jasa

Maret 2, 2021
Eyang Semar Muncul Di Merapi…Virus Corona Bakal Sirna?

Eyang Semar Muncul Di Merapi…Virus Corona Bakal Sirna?

Maret 13, 2021

EDITOR'S PICK

RAYAKAN HUT KE-57 KONIMEX, GUSTI BHRE BERI KADO 5 GADIS CANTIK,LIHAT YANG MEREKA LAKUKAN..

RAYAKAN HUT KE-57 KONIMEX, GUSTI BHRE BERI KADO 5 GADIS CANTIK,LIHAT YANG MEREKA LAKUKAN..

Agustus 13, 2024
RITUAL WAJIB RAJA BARU KRATON SURAKARTA

RITUAL WAJIB RAJA BARU KRATON SURAKARTA

Desember 14, 2025
TANGKAL PENGABURAN SEJARAH, GAWANTARA SIAP BERJUANG KUAK MANUSKRIP NUSANTARA YANG TERSEBAR DI SELURUH DUNIA

TANGKAL PENGABURAN SEJARAH, GAWANTARA SIAP BERJUANG KUAK MANUSKRIP NUSANTARA YANG TERSEBAR DI SELURUH DUNIA

Juni 26, 2024
INILAH BEBERAPA FAKTA UNIK PONPES WARIA YOGYA-Juga Mengurusi Jenazah Non Muslim…

INILAH BEBERAPA FAKTA UNIK PONPES WARIA YOGYA-Juga Mengurusi Jenazah Non Muslim…

April 28, 2021
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

2025 @ Majalah Kisah Nyata

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Jejak Nusantara
  • Konsultasi Nasib
  • Kolektor
  • Kuliner
  • Misteri
  • Tradisi Dan Budaya
  • Tosan Aji
  • Wisata
  • Peluang Usaha
  • Profil
  • Tafsir Mimpi
  • Lifestyle
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Ciber

2025 @ Majalah Kisah Nyata

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In