MAJALAHKISAHNYATA.COM, Boyolali: Sebuah situs makam keramat, yang masuk perlindungan cagar budaya mendadak dipugar. Namun akibat kegiatan itu, situs makam terancam rusak keasliannya. Selain berpotensi merusak keaslian situs, renovasi yang sembarangan juga dikhawatirkan bisa mengaburkan sejarah yang sesungguhnya. Bagaimana ceritanya?
Terletak di Jl. Raya Ampel-Simo, atau tepatnya di desa Gondang, Candi, Ampel, Boyolali, Jateng, masyarakat sekitar menyebut situs ini dengan nama makam Dezentje. Di peta atau Map Google, situs ini terdeteksi dengan nama Kerkhof Dezentje Ampel Boyolali. Dalam minggu-minggu terakhir ini, terlihat beberapa kegiatan renovasi di dalam komplek makam tersebut.
“Informasi awalnya renovasi tersebut diduga tanpa ijin, atau menyalahi prosedur dari dinas terkait (BPCB/Balai Pelestarian Cagar Budaya),” ujar BRM Kusumo Putro SH, MH, (47), ketua dari Yayasan Forum Budaya Mataram (FBM), beberapa waktu lalu.
Sekitar tanggal 22 Mei 2020, pihaknya mengaku mendapat informasi berupa foto-foto dan video, terkait kegiatan renovasi tersebut. Sayangnya dengan dalih renovasi, ada bagian atau sisa yang diduga makam, yang diduga ikut kena pembangunan pagar Terlihat jelas dalam foto-foto itu, bongkaran batu bata sebagai bukti ada kegiatan penghancuran. Patut diduga renovasi tersebut tanpa ijin dari pihak BPCB. Padahal situs tersebut sudah teregister (tercatat) di BPCB..
Hasil sementara dari kegiatan renovasi itu, terlihat bangunan makam yang disemen baru. Hal ini berpotensi merusak keaslian bangunan makam. Bisa diibaratkan sebuah bangunan candi kuno. Jika candi tersebut rusak, tiba-tiba ada yang memoles dengan semen untuk mempercantik tampilan. Namun justru polesan tersebut merusak keaslian bangunan.
“Informasi yang kami dengar, renovasi tersebut nantinya juga akan memasang papan nama Dezentje di depan komplek makam,” papar Kusumo lagi.
Sebuah kegiatan yang berkaitan dengan situs sejarah, semestinya harus melalui riset terlebih dahulu. Bahkan riset tersebut harus mendalam, dan melibatkan beberapa ahli terkait. Jika tanpa riset yang memadai, dikhawatirkan akan membelokkan atau mengaburkan sejarah itu sendiri. Seperti juga papan nama Dezentje nanti. Dikhawatirkan bisa mengaburkan sejarah, siapa sebenarnya tokoh Dezentje sendiri.
Dari beberapa bukti yang ada di lokasi. Seperti nama-nama yang disematkan di nisan makam. Nama Dezentje yang dimaksud di lokasi makam, sebenarnya hanyalah keturunan dari tokoh Dezentje asli, atau generasi awal. Malah diduga kuat, keturunan Dezentje yang ada di komplek makam tersebut, dulunya dikenal sebagai generasi yang suka menghambur-hamburkan harta keluarga.
Tokoh Dezentje sendiri, hidup mulai tahun 1797 hingga tahun 1839. Nama lengkapnya Agustinus Dezentje. Dan biasa dipanggil Tinus. Dikenal sangat kaya raya. Dan dianggap sebagai tokoh paling berpengaruh di tanah Jawa. Ia dikenal sebagai tuan tanah yang sangat berjaya di masanya. Selain menguasai ribuan hektar tanah, ia juga mengelola banyak perkebunan di mana-mana.















