• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Selasa, Desember 16, 2025
Majalah Kisah Nyata
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • News
  • Jejak Nusantara
  • Konsultasi Nasib
  • Kolektor
  • Kuliner
  • Misteri
  • Tradisi Dan Budaya
  • Tosan Aji
  • Wisata
  • Peluang Usaha
  • Profil
  • Tafsir Mimpi
  • Lifestyle
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Ciber
  • Beranda
  • News
  • Jejak Nusantara
  • Konsultasi Nasib
  • Kolektor
  • Kuliner
  • Misteri
  • Tradisi Dan Budaya
  • Tosan Aji
  • Wisata
  • Peluang Usaha
  • Profil
  • Tafsir Mimpi
  • Lifestyle
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Ciber
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Jejak Nusantara

Bahu Laweyan, Wanita Si Pencabut Nyawa Benarkah Ada Dalam Masyarakat?

admin by admin
Maret 15, 2021
in Jejak Nusantara, Misteri, News, Wisata
1
Bahu Laweyan,  Wanita Si Pencabut Nyawa Benarkah Ada Dalam Masyarakat?
643
SHARES
1.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

READ ALSO

RITUAL WAJIB RAJA BARU KRATON SURAKARTA

PAKOE BOEWONO XIV TEMUI MBAH LEPO

MAJALAHKISAHNYATA.COM -SOLO– Pernahkan anda mendengar cerita tentang wanita Bahu Laweyan, atau kejadian misteri dalam masyarakat yang berkaitan dengan wanita bahu laweyan tersebut? Yaitu seorang wanita yang dipercaya membawa kesialan bagi siapa saja, terutama dengan calon suami atau suaminya sendiri, atau bisa juga dengan lelaki yang berhubungan intim dengannya. Kesialan itu berwujud nasib yang sangat tragis, yaitu kematian mendadak bagi lelaki yang menjadi suami atau yang telah menggaulinya.

Bagi masyarakat Jawa, dimana cerita tersebut mulai berkembang, wanita yang menyandang gelar sebagai Bahu Laweyan dicirikan mempunyai beberapa tanda istimewa di tubuhnya. Yaitu seorang wanita Jawa yang mempunyai tahi lalat, atau toh. Istilah lain menyebut dengan nama tembong, atau tompel hitam pada bahu kirinya. Versi lain juga menyebut tanda istimewa pembawa sial itu terletak di bagian bawah pusar wanita.

“Bagi siapapun yang menikahi wanita Bahu Laweyan, bisa dipastikan hidupnya tak akan lama,” begitulah inti tema atau pesan dari cerita wanita Bahu Laweyan.

Meskipun cerita itu sekilas hanya berwujud seperti dongeng, legenda, cerita rakyat, atau folklore, namun diyakini memang benar-benar ada dalam masyarakat Jawa baik di masa dulu saat cerita itu muncul hingga berkembang dengan segala versinya sampai sekarang ini. Lalu bagaimana sebenarnya asal-usul cerita seram yang sangat merugikan kaum perempuan itu? Lantas bagaimana pula masyarakat menyingkapinya.

“Ditilik dari namanya yaitu Bahu Laweyan, cerita itu memang berkaitan erat dengan nama sebuah kampung atau wilayah di kota Solo,” tutur mendiang almarhum Drs. Sudarmono, SU, seorang sejarawan kawak asal kota Solo.

Salah Satu Sudut Masuk Kawasan Kampung Batik Laweyan

 Kampung yang dimaksud adalah kampung Laweyan, terletak sekitar 5 km ke arah barat dari pusat kota Solo. Wilayah yang masuk dalam kecamatan Laweyan ini punya sejarah sosial yang sangat panjang. Bahkan keberadaan nama atau wilayah Laweyan sendiri sudah eksis jauh sebelum kerajaan Mataram Islam lahir. Diperkirakan sejak kekuasaan kerajaan Pajang atau sekitar tahun 1568 M, wilayah Laweyan sudah berdiri.

Saat itulah, seorang tokoh Islam yang bernama Ki Ageng Henis mulai mengenalkan budaya kain Batik pada masyarakat di sana. Tokoh yang berdakwah Islam itu juga mengajarkan bagaimana cara memproduksi kain atau busana batik. Dalam waktu singkat munculah jaringan bisnis, atau budaya pasar yang melibatkan semua elemen.

Dari wilayah Pedan, Klaten, Jawa Tengah sebagai penghasil bahan utama kain batik. Yaitu adanya penghasil Lawe, atau benang kapas dimana wilayah tersebut merupakan penghasil kapuk randu dari tamanan randu hingga menjadi Lawe. Istilah bahan baku inilah yang akhirnya juga menjadi nama kampung Laweyan, atau yang berarti tempat dimana banyak Lawe atau benang kapasnya. Uniknya, semua pelaku pasar yang paling dominan dalam industri batik tersebut adalah kaum perempuan.

“Jadi dalam struktur jaringan pasar batik, wanitalah yang paling menentukan serta dominan,” lanjut sejarawan yang dulu menjadi dosen senior di fakultas sastra UNS ini (sekarang FIB/Fakultas Ilmu Budaya).

Menurutnya, peranan wanita tersebut juga sangat dominan dalam keluarga, hingga ada istilah mbok mase dalam menyebut kaum saudagar perempuan ini. Artinya seorang wanita yang berkuasa atau mempunyai peran dominan dalam mengendalikan ekonomi serta hegemoni keluarga. Nah karena etos kerja wanita saudagar batik ini sangat luar biasa, maka mereka dengan cepat bisa meraih kekayaan. Semangat inilah yang memunculkan perbedaan dengan budaya kaum aristokrat atau bangsawan di dalam tembok keraton.

“Nah tradisi atau paradigma budaya dari falsafah kekayaan mereka itulah yang akhirnya membangkitkan kecemburuan sosial dan politik baik bagi masyarakat umum atau kaum kerabat lingkungan kraton,” terang pria yang telah dikaruniai tiga anak ini.

Perbedaan kultur ekonomi inilah yang akhirnya membangkitkan semacam sentimen dari kalangan keraton serta masyarakat luas. Sehingga terciptalah cerita rakyat yang bertujuan untuk mengisolir para saudagar ini, baik secara politik, ekonomi, atau budaya. Selain itu, beberapa tokoh penting yang tersangkut hukuman mati, biasanya akan diceritakan bahwa eksekusinya adalah di-Lawe (digantung dengan tali lawe). Bahkan lokasi eksekusinya juga bertempat di wilayah Laweyan.

Sehingga muncul opini umum, bahwa Laweyan memang tempat untuk mengeksekusi atau menghukum orang. Konon selain eksekusi hukum Lawe, di masa dulu, wilayah Laweyan terutama di tepian sungainya juga digunakan untuk eksekusi hukum Picis, yaitu tubuh yang disayat lalu ditetesi air jeruk. Hingga akhirnya perseteruan budaya dan ekonomi semakin meruncing terutama antara saudagar dan pihak bangsawan kerajaan.

Rumah Para Saudagar Laweyan, Rata-Rata Berpagar Tembok Tinggi

“Puncaknya sesaat setelah terjadi geger pecinan di Kartosuro, muncullah cerita Bau Laweyan tersebut,” sambung suami dari Tri Darmani ini.

Page 1 of 4
12...4Next
Tags: BAHU LAWEYANGEGER PECINANGUSTI PUGERKRATON KARTOSUROKUTUKAN SAUDAGAR LAWEYANNYI BLORONGPAKU BUWONO iiPESUGIHANPONOROGOSEJARAH LAWEYANSUDARMONOSU

Related Posts

RITUAL WAJIB RAJA BARU KRATON SURAKARTA
Misteri

RITUAL WAJIB RAJA BARU KRATON SURAKARTA

Desember 14, 2025
PAKOE BOEWONO XIV TEMUI MBAH LEPO
Misteri

PAKOE BOEWONO XIV TEMUI MBAH LEPO

Desember 14, 2025
PEDULI KORBAN BENCANA SUMUT
News

PEDULI KORBAN BENCANA SUMUT

Desember 8, 2025
TANAMKAN JIWA NASIONALISME, PULUHAN  WANITA KENES KUNJUNGI TMP KUSUMA BHAKTI
Jejak Nusantara

TANAMKAN JIWA NASIONALISME, PULUHAN WANITA KENES KUNJUNGI TMP KUSUMA BHAKTI

November 12, 2025
INILAH SOSOK UNDANGAN PENTING YANG BAKAL HADIR DALAM JUMENENGAN PB XIV
Jejak Nusantara

INILAH SOSOK UNDANGAN PENTING YANG BAKAL HADIR DALAM JUMENENGAN PB XIV

November 12, 2025
MERINDING, PUTRA MAHKOTA KRATON SOLO AMBIL SUMPAH HANGLINTIR KAPRABON DI HADAPAN PUBLIK !
Jejak Nusantara

MERINDING, PUTRA MAHKOTA KRATON SOLO AMBIL SUMPAH HANGLINTIR KAPRABON DI HADAPAN PUBLIK !

November 5, 2025

POPULAR NEWS

TABURAN SAWI DAN DAGINGNYA BIKIN LAPER

MIE MANGKOK JOSWI… Peluang Kuliner Akibat Korban Politik, NANANG : Rasanya Joss Bikin Ketagihan…

Maret 1, 2021
Parade Nusantara Bahas Perpu No.1 Tahun 2020

PERPU No.1 Tahun 2020… Makan Tumbal Dana Desa…

Maret 13, 2021
RUANGAN PENDAPA LIMASAN DEPAN NDALEM KEMASAN

MISTERI NDALEM KEMASAN… Yang Pernah Dihuni Oleh Permaisuri Raja Paku Buwono VI Surakarta

Maret 2, 2021
KOMISARIS UTAMA-BRM KUSUMO PUTRO SH MH SAAT POTONG TUMPENG TANDAI PERESMIAN KANTOR PT BAYONET MERAH PUTIH YOGYA

SOLID, LOYAL, DAN PROFESIONAL… BAYONET MERAH PUTIH Cabang Yogya… Siap Bantu Masyarakat Layani Multi Jasa

Maret 2, 2021
Eyang Semar Muncul Di Merapi…Virus Corona Bakal Sirna?

Eyang Semar Muncul Di Merapi…Virus Corona Bakal Sirna?

Maret 13, 2021

EDITOR'S PICK

Tak Ingin Tertinggal Dengan Desa Lain Pria Ini Calonkan Diri Dalam Bursa Pilkades Desa Buntar

Tak Ingin Tertinggal Dengan Desa Lain Pria Ini Calonkan Diri Dalam Bursa Pilkades Desa Buntar

Oktober 1, 2022
PUASAKA OMYANG JIMBE SIAP DIMAHARKAN BAGI YANG BERMINAT

PUSAKA OMYANG JIMBE… DIMAHARKAN NEGO… #wa +62 852-2977-9921

Agustus 28, 2020
Yayack-kandidat-cawabup-Sukoharjo-bersama-istri-Tercinta

Yayack, Cawabup Sukoharjo Berkarakter Disiplin dan Njawani

Maret 21, 2021
PRIA INI INGIN WUJUDKAN  SOLO MENJADI KOTA YANG MAKMUR DAN MENJADI THE SPIRIT OF JAVA YANG NYATA  BUKAN SEKEDAR SLOGAN

PRIA INI INGIN WUJUDKAN SOLO MENJADI KOTA YANG MAKMUR DAN MENJADI THE SPIRIT OF JAVA YANG NYATA BUKAN SEKEDAR SLOGAN

April 16, 2024
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

2025 @ Majalah Kisah Nyata

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Jejak Nusantara
  • Konsultasi Nasib
  • Kolektor
  • Kuliner
  • Misteri
  • Tradisi Dan Budaya
  • Tosan Aji
  • Wisata
  • Peluang Usaha
  • Profil
  • Tafsir Mimpi
  • Lifestyle
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Ciber

2025 @ Majalah Kisah Nyata

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In